Bayar Utang Suami, Gasak Laptop

185
DIKELER : Tiga tersangka pencuri laptop dimintai keterangan Wakapolres Salatiga, Iwan Irmawan, di kantor Mapolres Salatiga, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
DIKELER : Tiga tersangka pencuri laptop dimintai keterangan Wakapolres Salatiga, Iwan Irmawan, di kantor Mapolres Salatiga, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
DIKELER : Tiga tersangka pencuri laptop dimintai keterangan Wakapolres Salatiga, Iwan Irmawan, di kantor Mapolres Salatiga, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Menggunakan modus menyebar brosur dengan isi lowongan kerja, tiga komplotan pencuri menggasak puluhan laptop di lintas daerah. Meliputi Salatiga, Grobogan, Semarang, Magelang dan Jogjakarta. Adalah Kawita Rahmawati, 40, Andi 39, dan Agung, 42, berhasil diringkus petugas Rekrim Salatiga. Dari tangan ketiga pelaku, puluhan laptop dan uang Rp 2,5 juta disita petugas.

Dari keterangan yang dihimpun Radar Semarang, modus yang dilakukan oleh ketiga tersangka adalah dengan menyebar brosur isi lowongan kerja. Syaratnya, bisa mengetik dan memiliki alat ketik. Jika korban tertarik, diminta menghubungi nomor yang tertera di brosur.

Tersangka dalam hal ini, Kawita datang ke lokasi dan mengumpulkan mahasiswa di salah satu kos milik korbannya. Setelah diberi pengarahan, korban disuruh melakukan fotokopi formulir. Di saat itulah, Kawita bersama Agung mengambil laptop mahasiswa yang ditinggal.

Kepada wartawan, Kawita mengaku, pencurian yang dilakukannya untuk membayar utang suaminya yang ikut dijebloskan ke penjara oleh Kawita. Aksi ini sudah dilakukan berkali-kali dan lintas daerah. Sasarannya adalah mahasiswi yang sedang mencari kerja.

“Saya mengambil laptop untuk membayar hutang suami saya yang cukup banyak. Saya ditagih oleh tetangga kanan kiri. Karena terdesak, maka saya melakukan pencurian,” akunya.

Agung, penadah penjualan laptop, mengatakan dirinya sudah tiga kali ini menerima barang dari Kawita. Alasannya adalah gadai dari mahasiswa yang tidak sanggup membayar. Karena harga yang murah dan kondisi barang masih mulus, tentu dirinya mau.

“Setiap kali menjual barang ke saya, pasti tanpa dilengkapi dengan kertas dan carger. Harganya lebih murah. Untungnya kurang lebih lima Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu,” katanya.

Sementara itu, Wakapolres Salatiga, Iwan Irmawan mengatakan bahwa dengan adanya modus tersebut, meminta masyarakat dan mahasiswi lebih hati-hati. Karena kebutuhan mencari kerja, sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kawita ditangkap oleh petugas Rekrim Polres Salatiga di rumahnya di Bergas, Kabupaten Semarang. Kawita sebelumnya juga pernah ditangkap karena melakukan penipuan BPKB sepeda motor,” pungkasnya. (abd/ida)