150 Kaki Palsu Dibagikan

145
SESUAI KEBUTUHAN: Para penyandang difabel diukur kakinya agar mendapatkan kaki palsu yang pas dengan yang dibutuhkan. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
SESUAI KEBUTUHAN: Para penyandang difabel diukur kakinya agar mendapatkan kaki palsu yang pas dengan yang dibutuhkan. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
SESUAI KEBUTUHAN: Para penyandang difabel diukur kakinya agar mendapatkan kaki palsu yang pas dengan yang dibutuhkan. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG- Penyandang difabel dari keluarga miskin di Kabupaten Temanggung akan menerima kaki palsu. Setidaknya ada 150 kaki palsu yang akan disalurkan.

Ratusan penyandang difabel menjalani pengukuran kaki di Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Jumat (13/3). Kepala Administrasi Yayasan Tuna Daksa Jakarta, Muhammad Said, sebagai yayasan yang menyalurkan bantuan ini menargetkan 150 kaki palsu dapat tersalurkan. Pengukuran kaki dijadwalkan berlangsung hingga hari ini.

“Penyaluran kami upayakan segera dilaksanakan. Paling tidak 2 bulan ke depan kaki palsu itu sudah bisa dipakai oleh mereka yang membutuhkan,” ungkap Said.

Dikatakan Said, dalam 3 tahun terakhir, yayasan telah menyalurkan 3.000 kaki palsu pada difabel di seluruh Indonesia. Sedang penyaluran tangan palsu jumlahnya kurang lebih sama dengan kaki palsu.

Lamanya proses penyaluran karena untuk membuat kaki dan tangan palsu yang sesuai ukuran butuh waktu yang tak cepat. Pencetakan dilakukan di Jakarta. Pada saat penyaluran, warga difabel akan diberi keterampilan cara perawatan, penyetelan dan perbaikan, sehingga tidak perlu ke bengkel kaki palsu yang tempatnya masih jarang.

“Kemampuan merawat kaki palsu ini sangat penting. Jadi nanti apabila rusak, warga masih bisa memperbaiki sendiri, sebab perbaikan kaki palsu cukup mahal,” katanya.

Kopral Satu Mujito, 36, merupakan salah satu warga yang menerima bantuan kaki palsu. Kaki kanan anggota TNI ini terpaksa diamputasi setelah terkena ranjau pada 2002 ketika bertugas di Aceh. Semula ia mengira anggota TNI tidak boleh mendapatkan, namun ia lega karena diizinkan untuk mendapatkan kaki palsu.

“Kemungkinan kalau beli harganya Rp 15 juta. Saya tidak sanggup makanya saya senang dan berterima kasih sekali,” ungkapnya. (mg3/ton)