BERI MASUKAN: Sejumlah pengunjung memberikan masukan dan kritikan terkait kondisi objek wisata Waduk Jatibarang dan Goa Kreo kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin. (Rizal Kurniawan/Radar Semarang)
BERI MASUKAN: Sejumlah pengunjung memberikan masukan dan kritikan terkait kondisi objek wisata Waduk Jatibarang dan Goa Kreo kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin. (Rizal Kurniawan/Radar Semarang)
BERI MASUKAN: Sejumlah pengunjung memberikan masukan dan kritikan terkait kondisi objek wisata Waduk Jatibarang dan Goa Kreo kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin. (Rizal Kurniawan/Radar Semarang)

KANDRI Masyarakat Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, diharapkan tidak hanya jadi penonton saja ketika wilayah mereka didatangi banyak wisatawan. Tapi bisa menjadi pelaku usaha dan mengangkat potensi wilayah Kandri yang dinobatkan menjadi desa wisata.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai menghadiri penyerahan bantuan Corporate Sosial Responsibility (CSR) program Gerdu Kempling oleh Universitas PGRI dan BNI untuk pemberdayaan Kelurahan Kandri, Kamis (12/3) kemarin.

”Target secara keseluruhan 177 kelurahan harus ada program Gerdu Kempling (Gerakan Terpadu Peningkatan Lingkungan) yang nantinya bisa mengentaskan kemiskinan yang ada di wilayah masing-masing. Ini merupakan tahun terakhir, sehingga semua sudah dimasuki program tersebut,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

Hendi menjelaskan, setiap tahun melalui program Gerdu Kempling ini masalah kemiskinan di Kota Semarang bisa ditekan 2 persen. ”Setidaknya selama 5 tahun ini ada 10 persen yang kita entaskan dari wilayah miskin menjadi tidak miskin,” katanya.

Untuk yang wilayah Kandri ini, lanjut wali kota, menjadi salah satu perhatian. Tidak hanya dari Pemkot Semarang, tapi juga lembaga pendidikan, perbankan, dan stakeholder yang lain. Karena banyak potensi yang akan dikembangkan. ”Selesainya Waduk Jatibarang, saya rasa Kandri akan menjadi primadona (destinasi wisata) di Kota Semarang. Karena itu, warganya harus kita persiapkan,” ujarnya optimistis.

Sehingga potensi yang ada di Kelurahan Kandri bisa berkembang dengan baik dan menjadi ikon Kota Semarang. Sesuai Surat Keputusan (SK) Wali Kota, Kelurahan Kandri terpilih menjadi desa wisata. Sehingga anggaran dari pemerintah sebagian besar digelontorkan ke desa tersebut untuk peningkatan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat dan peningkatan SDM.

”Mindset masyarakat Kandri harus diubah seiring dengan potensi wisata yang ada di sini. Kalau tidak diubah mereka akan menjadi penonton tamu yang datang. Kami berharap warga Kandri ini bisa menjadi pelaku usaha untuk menyambut tamu-tamu yang masuk wilayah Kandri. Sehingga perekonomian di sini menjadi meningkat,” kata wali kota.

Lurah Kandri Akhiyat mengatakan, untuk meningkatkan SDM, selama ini telah diadakan pelatihan kepada masyarakat Kandri. Potensi yang ada terus ditingkatkan, mulai dari sektor kuliner, suvenir, hingga budaya.

”Seperti kuliner kita ada nasi ketek, wingsing (wingko singkong), dan dodol tape. Untuk suvenir kita ada anyaman dari bambu, topi, caping, tudung saji, vas bunga, batik. Bahkan kita siap terima pesankan online. Dari segi budaya kita memiliki tari kera wanorosuko (kera senang-senang),” ujarnya.

Hanya saja, pihaknya meminta pemerintah meningkatan infrastruktur di area Kandri, utamanya akses masuk yang biasa disebut dengan jalan poros, mulai dari Dukuh Kandri RW 1, Dukuh Siwarak RW 2, dan Dukuh Talun Kacang RW 3. ”Itu merupakan jalur poros menuju area wisata Kelurahan Kandri, panjangnya sekitar 1,2 kilometer. Kondisinya masih perlu diperbaiki. Sehingga wisatawan bisa nyaman ketika melewati jalur itu. Sebab, saat ini kondisinya tidak merata, separo diaspal separo belum. Bahkan di kanan kiri belum ada talutnya. Kita butuh perbaikan secara paket, baik kondisi jalan maupun talud di kanan kiri jalan tersebut,” harap Akhiyat.

Dalam kesempatan tersebut, wali kota beserta jajarannya menyempatkan diri melihat kondisi wisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang. Selama dalam perjalanan di area wisata, wali kota juga menyapa para pengunjung. Bahkan tak segan-segan menanyakan keluhan dan saran dari para pengunjung terkait destinasi wisata Waduk Jatibarang dan Kandri. ”Di sebelah sana masih ada sampah Pak. Dan kalau bisa ditambah sarana permainan,” ujar salah satu pengunjung. (zal/aro/ce1)