INTENSIF: Dua karateka muda Jateng, Benino Krisnanda dan Detrina Sabda yang merupakan Tim PPLP Jateng saat berlatih sore kemarin di Dojo FORKI Jateng, Jatidiri. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
INTENSIF: Dua karateka muda Jateng, Benino Krisnanda dan Detrina Sabda yang merupakan Tim PPLP Jateng saat berlatih sore kemarin di Dojo FORKI Jateng, Jatidiri. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
INTENSIF: Dua karateka muda Jateng, Benino Krisnanda dan Detrina Sabda yang merupakan Tim PPLP Jateng saat berlatih sore kemarin di Dojo FORKI Jateng, Jatidiri. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Jajaran pengurus baru Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Jateng ingin “menebus dosa” di Piala Mendagri di Bali tahun lalu. Tim karateka Jateng saat itu hanya mampu menggondol satu medali emas. Nah, kini sebanyak 9 atlet tengah digembleng keras demi meraih lebih banyak medali emas di kejuaraan yang sama yang akan berlangsung di Banten, 26-28 Maret mendatang.

Salah satu pelatih FORKI Jateng M Hanif Arbai menuturkan, persiapan telah memasuki tahap akhir. Sejak Januari kemarin pelatihan telah diintensifkan. Mulai dari penggemlengan fisik, latihan beban, teknik dan lain sebagainya. Namun, lantaran tergolong pelatih baru di FORKI Jateng, pihaknya belum mengantongi data apa pun untuk evaluasi di pertarungan Piala Mendagri sebelumnya.

“Yang bisa menjadi evaluasi hanya dari Kejurda Inkai 28 Februari – 1 Maret kemarin. Itu pun belum sempurna karena saat itu persiapan atlet belum matang benar. Jadi pukulannya masih terlalu keras sehingga dianggap foul oleh wasit,” katanya saat ditemui saat menggelar latihan di Dojo FORKI Jateng di bilangan GOR Jatidiri, kemarin.

Dari sembilan atlet yang akan diterjunkan di Piala Mendagri di Banten mendatang, Hanif optimistis mampu menggaet paling tidak empat emas. Wahyu Mukti, Laurensia Anggi, dan Benino Krisnanda di nomor kumite dan Alifah di nomor Kata digadang-gadang mampu menyelesaikan semua pertandingan dengan mulus. “Tinggal nanti bagaimana kekuatan kontingen dari DKI Jakarta dan PB Inkai seperti apa. Pasalnya dua tim tersebut kerap menyabet juara umum. Jika kekuatan mereka tidak bisa diprediksi, kekuatan kami hanya bergantung di Alfifah. Pertengahan tahun lalu, dia mewakili Indonesia berlaga di Swiss dan berhasil menjadi juara,” pungkasnya. (amh/smu)