WONOSOBO – Kebakaran kembali terjadi di Wonosobo. Kali ini di Dusun Mranggen Jurang, Desa Tanjunganom, Kecamatan Kepil. Rumah milik Saroji RT 4 RW 4 ludes dilalap api.

Selain meludeskan bangunan rumah, Suripah, nenek berusia 80 tahun tak mampu menyelamatkan diri. Ia tewas terbakar di dalam rumah.

Informasi yang dihimpun Radar Kedu, kebakaran di rumah Saroji bermula pada Rabu (11/3) malam sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, aliran listrik di dusun pelosok itu, hampir semuanya padam. Untuk itu, Saroji menyalakan lampu minyak di beberapa titik ruangan rumahnya.

Setelah mendengar azan Maghrib, Saroji bergegas menuju masjid di dusunnya untuk salat berjamaah. Kemudian sekitar pukul 18.30, diketahui rumahnya telah terbakar. Kebetulan hampir semua bagian dinding terbuat dari kayu, sehingga api dengan cepat melumat bangunan rumah. Suripah, istri Saroji gagal menyelamatkan diri.

Menurut Camat Kepil Singgih Kuncoro, kebakaran berlangsung pada malam hari saat sebagian besar warga tengah berada di masjid. Pemicu kebakaran diduga berasal dari lampu minyak yang tumpah kemudian menyebar ke bagian rumah lain. “Kondisi Suripah sudah nenek tua, usianya sudah 80 tahun sehingga tidak bisa menyelamatkan diri,” katanya.

Singgih mengatakan, berdasarkan penyelidikan dari Polsek Kepil, diduga lampu minyak yang tumpah diletakkan dalam kamar tidur, tempat Suripah istirahat. Api yang menyulut tumbahan minyak mengenai kasur dan cepat menyebar.

“Warga sudah berupaya memadamkan api, namun api bergerak lebih cepat sehingga korban tidak bisa diselamatkan,” katanya.

Selain korban meninggal dunia, imbuh Singgih, kerugian harta ditaksir sekitar Rp 10 juta. Dengan kejadian ini, ia meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati. Apalagi saat ini musim hujan dan angin yang bisa memicu bencana lain.

“Korban sudah dimakamkan hari ini (kemarin, red). Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang,” jelasnya. (ali/ton)