TERJAL : Jalan rusak di Kecamatan Ngampel yang belum terjamah perbaikan jalan menghambat aktivitas warga setempat. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
TERJAL : Jalan rusak di Kecamatan Ngampel yang belum terjamah perbaikan jalan menghambat aktivitas warga setempat. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
TERJAL : Jalan rusak di Kecamatan Ngampel yang belum terjamah perbaikan jalan menghambat aktivitas warga setempat. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Molornya lelang pekerjaan jalan membuat warga pesimistis, perbaikan infrastruktur jalan dapat diselesaikan tepat waktu pada tahun anggaran berjalan. Pasalnya, sampai sekarang belum ada satupun pekerjaan jalan yang sudah selesai dilakukan lelang.

“Jika Maret belum dilelang, masih menunggu waktu lama. Sebab proses lelang butuh proses, tidak dalam waktu singkat dapat rekanan yang bisa mengerjakan sesuai spesifikasi pekerjaan. Belum lagi proses pelimpahan pekerjaan dan penandatanganan kontrak, bisa-bisa seperti tahun kemarin pekerjaan banyak yang gagal lelang,” ujar Didik Setiawan, 35, warga Kaliwungu.

Menurutnya, sedianya Bupati sudah menginstruksikan agar proyek-proyek dilelang sebelum RAPBD disahkan. Begitu disahkan menjadi APBD, proyek bisa langsung dilelang di awal tahun. “Dengan begitu, Maret seharusnya sudah mulai dikerjakan,” jelasnya.

Dengan begitu, kegagalan Bupati Kendal Widya Kandi dalam mengawal perbaikan jalan akan berimbas langsung pada citra politiknya di hadapan masyarkat. Sebab warga merasa tidak diperhatikan selama pemerintahannya. Apalagi, jalan merupakan satu-satunya akses yang dibutuhkan untuk beraktivitas setiap hari. “Jika kebutuhan mendasar warga tidak diperbaiki, bagaimana warga percaya kepada Bupati?” tandasnya.

Padahal, katanya, kerusakan jalan di Kabupaten Kendal hampir terjadi di semua wilayah. Di antaranya di Kecamatan Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan, Ngampel, Pegandon dan Brangsong. Selain itu, Rowosari, Gemuh, Weleri, Cepiring, Patean, Boja dan Singorojo.

Tingkat kerusakan beragam, mulai dari berlubang, bergelombang, serta aspal mengelupas. Di musim hujan, jalan-jalan tersebut dapat membahayakan keselamatan bagi penggunanya. Sebab, sebagian banyak kondisinya licin, tergenang air, dan berlumpur.

Firsty Meisahadi, 27, warga Weleri mengatakan bahwa problem kerusakan jalan sudah menjadi permasalahan utama yang harus ditangani Pemkab Kendal. “Di mana-mana, warung-warung, obrolan ibu-ibu atau di manapun di Kendal, orang-orang tak pernah berhenti membicarakan jalan rusak. Warga berharap, segera ada perbaikan,” katanya.

Kepala Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Agung Widjojo mengatakan bahwa kerusakan paling banyak adalah berlubang. Di desanya, selain berlubang, jalan juga bergelombang. “Harapan kami, pemerintah segera memperbaiki jalan. Sebab, hal yang paling utama di Kabupaten Kendal dan mendesak adalah perbaikan jalan,” tegasnya.

Kerusakan diduga karena kontur tanah yang gembur dan lalu lintas truk dengan tonase tinggi. Aktivitas kendaraan berat dengan tonase melebihi kapasitas tersebut berjalan tiap hari. “Hal ini perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, supaya jalan tidak mudah rusak,” imbuhnya.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengatakan kerusakan jalan, selain faktor kontur tanah, lantaran kerap dilalui kendaraan bermuatan Galian C. “Di Kaliwungu kerap dilewati truk galian C yang bertonase 13 ton. Namun, tanpa galian C, pengembangan infrastruktur di Kendal tak bakal berkembang,” jelasnya.

Widya berjanji, perbaikan jalan di Kabupaten Kendal bakal dilakukan. Perbaikan tersebut saat ini masih menunggu proses lelang, sesuai dengan paket pengerjaan pada APBD 2015. “Tahun ini akan dilaksanakan, dan semoga sesuai target,” tandasnya. (bud/ida)