PEDULI SESAMA: Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho Hasto HP, SIK bersama istri, Ny Femmy Indriyani Putri Tangkari menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Botosengon, Kecamatan Dempet, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
PEDULI SESAMA: Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho Hasto HP, SIK bersama istri, Ny Femmy Indriyani Putri Tangkari menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Botosengon, Kecamatan Dempet, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
PEDULI SESAMA: Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho Hasto HP, SIK bersama istri, Ny Femmy Indriyani Putri Tangkari menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Botosengon, Kecamatan Dempet, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Kebakaran yang menimpa rumah Agung Sumantri, 37, warga Dukuh Kembangan RT 1 RW 4, Desa Botosengon, Kecamatan Dempet, Demak beberapa hari lalu memantik perhatian Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho Hasto HP, SIK.

Kemarin (12/3), kapolres bersama istri yang juga Ketua Bhayangkari Cabang Demak, Ny Femmy Indriyani Putri Tangkari mengunjungi rumah korban. Dalam kunjungan tersebut, kapolres menyerahkan bantuan untuk meringankan beban korban dengan membangunkan rumah siap huni.

Material bangunan rumah seperti kayu dan genteng telah didatangkan langsung ke lokasi rumah korban. Sedangkan Ketua Bhayangkari Cabang Demak beserta pengurus memberikan bantuan perabotan rumah tangga kepada korban. Kedatangan kapolres bersama istri dan pengurus Bhayangkari tersebut disambut langsung pasangan suami istri korban kebakaran, Agung Sumantri dan Masripah.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho mengatakan, sebagai manusia pihaknya berkewajiban saling memberikan pertolongan bagi yang membutuhkan. Hal ini, kata dia, juga sesuai dengan salah satu bentuk perwujudan 8 program Polri. Yakni, Quick Wins Renstra Polri 2015-2019 Nomor 6.

Dalam Quick Wins tersebut disebutkan bahwa polisi berperan sebagai penggerak revoluasi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik. ”Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban korban kebakaran,” kata Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni, kemarin.

Usai memberikan bantuan kepada korban, kapolres sempat melihat puing-puing sisa kebakaran. Pada saat melakukan pemeriksaan tersebut, masih ditemukan potongan daging korban yang tertutup genting. Seperti diketahui, rumah korban yang terbuat dari kayu jati campuran berukuran 6×9 meter persegi tersebut ludes terbakar. Praktis, Agung dan istrinya, Masripah, tidak memiliki lagi rumah sebagai tempat tinggal.

Duka pasangan suami istri itu juga makin mendalam karena peristiwa kebakaran tersebut membuat tiga anaknya meninggal. Kedua anak perempuannya, Cintya, 9, siswi SD kelas 3, dan adiknya yang masih balita, Juwita, 2, tewas terpanggang api di dalam kamar tidurnya saat kejadian. Sedangkan kakaknya, M. Fadli, 12, siswa SD kelas 5, yang kondisi sebelumnya sempat kritis karena mengalami luka bakar serius sekitar 90 persen, akhirnya meninggal setelah sehari dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang. Kini, pasangan suami istri tersebut selain rumahnya hangus, juga kehilangan putra-putri yang mereka cintai tersebut.

Ketua Bhayangkari Cabang Demak, Ny Femmy Indriyani Putri Tangkari R Setijo Nugroho mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan kejadian tersebut. Karena itu, bantuan dari pengurus Bhayangkari berupa perabotan rumah tangga tersebut juga diharapkan dapat bermanfaat untuk keluarga korban kebakaran. ”Semoga keluarga korban diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah kebakaran itu,” ujarnya.

Kasubag Humas AKP Zamroni menambahkan, sebelumnya untuk membantu meringankan beban hidup korban kebakaran rumah di Desa Botosengon, Kecamatan Dempet itu, Polres Demak menggalang dana dengan cara mengumpulkan sumbangan seikhlasnya dari setiap anggota yang kemudian diserahkan kepada korban. Kegiatan tersebut bersifat kemanusiaan. (hib/adv/aro/ce1)