PDIP Buka Pintu Koalisi

176

SEMARANG – PDIP tetap membuka pintu koalisi dengan partai lain dalam menghadapi pilkada di 21 kabupaten/kota se-Jateng. Padahal, jika dilihat PDIP memiliki peluang besar untuk mengusung calon sendiri tanpa koalisi di sejumlah daerah. Langkah koalisi ini dilakukan agar calon yang diusung bisa tetap mendapatkan suara terbanyak.

Sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng tidak menampik jika PDIP bisa mengusung calon sendiri dalam pilkada di sejumlah daerah. Sebab sesuai ketentuan, parpol yang memiliki kursi minimal 20 persen di DPRD atau minimal 25 suara dari jumlah total, bisa mengajukan calon kepala daerah dan wakilnya sendiri. Tanpa harus koali dengan partai lain. ”Kami tidak ingin gegabah. Tetap harus diperhitungkan kekuatan dan potensi calon yang diusung, lawan, maupun kesolidan partai,” katanya.

Ia menambahkan, jika salah perhitungan, bukan tidak mungkin akan kalah suara. Untuk itulah, PDIP tetap membuka peluang untuk koalisi dengan parpol lain. Apalagi sekarang ini pilkada di Jateng bakal digelar secara serentak. ”Koalisi atau tidak, itu harus mempertimbangkan banyak hal. Tidak hanya sekadar punya kursi banyak di DPRD kabupaten/kota,” imbuhnya.

Agustina menambahkan, ada tiga hal penting yang menjadi perhatian utama dalam mempersiapkan kemenangan dalam pilkada serentak. Yakni masalah soliditas struktur partai, tokoh pendukung serta potensi keterpilihan calon yang diusung masyarakat. Ini merupakan agenda besar yang bakal dibahas dalam Konferda PDIP yang berlangsung 14 Maret mendatang. ”Ini tugas pengurus baru DPC PDIP periode 2015-2020. Karena ini persoalan serius dalam pilkada,” tambahnya.

Pilkada yang digelar serentak jelas bakal menguras tenaga. Apalagi Desember mendatang, setidaknya ada 21 daerah yang menggelar hajatan pemilihan kepala daerah itu. Agustina tidak menampik jika peran DPC sangat vital untuk memenangkan pilkada. (fth/zal/ce1)