TAMU REDAKSI: Ketua DPD I HTI Jawa Tengah Abdullah IAR beserta rombongan saat berkunjung di kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang. Rombongan ditemui Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Korlip Ida Nor Layla, dan reporter Ahmad Faishol. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Ketua DPD I HTI Jawa Tengah Abdullah IAR beserta rombongan saat berkunjung di kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang. Rombongan ditemui Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Korlip Ida Nor Layla, dan reporter Ahmad Faishol. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Ketua DPD I HTI Jawa Tengah Abdullah IAR beserta rombongan saat berkunjung di kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang. Rombongan ditemui Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Korlip Ida Nor Layla, dan reporter Ahmad Faishol. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ingin menepis kesan hanya sekadar melakukan aksi dalam setiap kegiatannya. Sebaliknya, organisasi yang berdiri sekitar 1980-an itu ingin mengedepankan ide sebagai kekuatan utama.

”Kami adalah partai politik yang berideologi Islam. Kami akan terus bergerak di tengah-tengah umat, dan bersama-sama berjuang untuk menjadikan Islam sebagai solusi utama,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HTI Jawa Tengah Abdullah IAR saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (11/3).

Abdullah mengakui, selama ini HTI dikenal dengan aksi demonya di lapangan dalam mengkritisi isu lokal, nasional, maupun internasional. ”Padahal aksi di lapangan itu hanya sebagian kecil dari kegiatan kami. Aktivitas HTI yang lain sangat banyak,” katanya.

Dikatakan, HTI memang bukan organisasi yang bergerak di bidang sosial. Ide-ide Islam menjadi jiwa, inti, dan sekaligus rahasia kelangsungan kelompoknya. Di dalamnya terdapat beberapa lajnah (departemen) yang khusus berkaitan dengan ulama, intelektual, pengusaha, mahasiswa, dan juga hubungan masyarakat. ”Kami juga ada lajnah khusus siyasiyah (politik),” imbuhnya.

Karenanya, berbagai kegiatan rutin dilakukan selain aksi demonstrasi sebagaimana kerap diberitakan oleh media. Misalnya, kegiatan diskusi, seminar dan juga acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP). ”Dalam waktu dekat, kami akan menyelenggarakan pawai akbar memperingati hari besar Isra Mikraj di Kota Semarang yang rencananya melibatkan 20 ribu kader dan simpatisan HTI se-Jawa Tengah,” terangnya. (fai/aro/ce1)