INVENTARISIR CANDI : Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang mendata Batuan Candi Sendang Brumbung, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
INVENTARISIR CANDI : Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang mendata Batuan Candi Sendang Brumbung, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
INVENTARISIR CANDI : Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang mendata Batuan Candi Sendang Brumbung, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

PRINGAPUS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Semarang melakukan inventarisasi batuan candi di Kecamatan Pringapus tersebut. Menyusul adanya laporan warga Dusun Sambiroto, Desa Wonorejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang tentang temuan batu berukir yang diduga struktur candi. Batuan tersebut ditemukan di komplek pemandian Sendang Brumbung.

Menurut Mintarno, 42, warga RT 1 RW V, Dusun Sambiroto, lokasi batuan dan kemuncak candi ditemukan warga di dekat lokasi Sendang Brumbung. Saat ini baru kelihatan ada sekitar 10 batu. Ada kemungkinan di bawahnya ada arca. Sendang Brumbung yang airnya tidak pernah surut itu dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air. Bahkan setiap tahun warga selalu melakukan ritual menguras sendang pada saat gelar sedekah bumi.

“Batu Candi itu bentuknya persegi panjang dan ada yang tersusun rapi hingga dasar sendang. Sebenarnya sudah lama ditemukan, lalu diberi pagar pembatas untuk memisahkan area persawahan. Kebetulan lokasinya berada di tengah sawah,” tutur Mintarno, Rabu (11/3) kemarin.

Pamong Budaya Kecamatan Pringapus Dinas P dan K Kabupaten Semarang, Tri Subekso mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan batuan candi di Sendang Brumbung. Selanjutnya dilakukan inventarisasi batuan tersebut sehingga tercatat dan mengantisipasi agar batuan tersebut tidak hilang. Dinas P dan K juga berencana mengundang BPCB Jateng untuk melakukan eskavasi.

“Batuan ini belum diinventarisasi. Makanya, kami langsung melakukan inventarisasi batuan tersebut. Batu dan kemuncak candi ini akan dijadikan bahan kajian lebih lanjut. Kami juga sudah mengimbau agar warga turut serta menjaga situs tersebut,” kata Tri Subekso. (tyo/ida)