Amankan Puluhan Botol Miras

109
BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG
BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG
BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG

KENDAL – Jajaran Polres Kendal menemukan 51 botol miras yang diduga akan diedarkan secar illegal saat tim gabungan melakukan operasi begal jalanan di Terminal Bahurekso, Weleri. Puluhan botol miras itu ditemukan dalam bagasi bus AKAP Antar Jaya dengan nopol AD1405 CF jurusan Jakarta-Solo. Terdiri atas lima merek, yakni Martell, Red Label, Black Label, dan Chivas Regal dan Hennesey.

Botol miras itu memang memiliki cukai, tapi tidak ada kode pengiriman barang yang sah. Untuk mengelabui petugas, botol miras yang mengandung alkohol golongan A-B itu dibungkus kertas karton rokok. Namun petugas curiga lantaran diantara baran-barang yang ada dalam bagasi, barang tersebut memiliki volumenya paling berat.

Sang Sopir bus, Jaiz Siswo Martono mengaku, tidak mengetahui isi paket tersebut. Ia berdalih jika barang merupakan titipan dari pengurus bus Antar Jaya bernama Heri. Barang diminta untuk dikirim ke Bawen Kabupaten Semarang. “Katanya mau diambil oleh pemiliknya bernama Sutardi di Bawen. Saya hanya membawakan saja, yang lebih tau justru kernet saya. Karena baru sekali ini membawa mengantarkan barang. Sebab bus yang saya gunakan bukan paket melainkan untuk mengangkut orang,” katanya, Rabu (11/3).

Jaiz mengaku tidak mengetahui miras tersebut akan dijual dijual kemana. “Saya ya hanya disuruh mengantar saja sampai bawen.” Tegasnya.

Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono mengatakan puluhan botol miras langsung disita meskipun memiliki cukai. Sebab botol itu tidak dikirim melalui pengiriman yang sah dan tidak memiliki nama tujuan pengirim. “Dari sisi barang memang legal, tapi peredarannya kami duga ilegal. Kami khawatir barang –barang ini akan dijual dalam bentuk oplosan atau dijual kepada toko-toko yang belum memiliki izin resmi menjual minuman beralkohol golongan A-B itu,” katanya.

Penyitaan menurutnya bagian dari antisipasi peredaran alkohol golongan A-B. Sebab untuk miras harus dijual secara resmi kepada toko yang sudah memiliki izin resmi dari pemerintah. “Jadi tidak bisa sembarang toko atau kafe yang bisa menjualnya,” jelasnya.

Selain menemukan 51 botol miras, dalam operasi itu, ratusan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat dan kendaraan muatan berat terjaring. Sedikitnya ada 91 satu pelanggaran. Kepada pelanggar langsung dilakukan sidang ditempat.
Pelanggaran rata-rata adalah kendaraan roda dua yakni dalam hal kelengkapan surat-surat kendaraan, seperti STNK dan SIM. “Operasi ini akan terus kami galakkan untuk mengantisipasi kendaraan hasil curian yang akan diselundupkan keluar daerah,” tambahnya. (bud/fth)