DICARI: SPG toko Graha AC di Jalan MT. Haryono sedang melayani konsumen. AC, saat ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat Semarang. (Masgie/Radar Semarang)
DICARI: SPG toko Graha AC di Jalan MT. Haryono sedang melayani konsumen. AC, saat ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat Semarang. (Masgie/Radar Semarang)
DICARI: SPG toko Graha AC di Jalan MT. Haryono sedang melayani konsumen. AC, saat ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat Semarang. (Masgie/Radar Semarang)

SEMARANG – Tingginya tarif dasar listrik rumah tangga membuat konsumen lebih selektif dalam memilih produk elektronik rumah tangga. Produk elektronik yang hemat energi menjadi incaran. Salah satunya adalah air conditioner (AC) dengan konsumsi listrik rendah atau low watt saat ini mendominasi permintaan pasar.

Tiffani Lestiawan, pemilik toko Graha AC di Jalan MT. Haryono Semarang mengatakan, AC low watt diminati karena sesuai dengan kondisi kebanyakan perumahan kelas menengah di Kota Semarang yang memiliki daya listrik 1.300 watt. “Permintaan AC low watt hampir 50 persen dari total penjualan di toko kami, selain itu kebanyakan konsumen juga mencari AC berkapasitas kecil, terutama yang 1/2 PK.” ujar Tiffany.

Namun, konsumen yang memakai AC juga tidak terpatok pada yang membutuhkan daya listrik rendah saja. Bagi mereka yang memiliki rumah yang besar, tentu AC yang dibutuhkan juga berbeda. “Semakin besar ruangan, semakin besar PK AC yang diperlukan,” kata pria ramah ini.

Graha AC sendiri juga menyediakan berbagai macam produk AC merk branded Jepang dan merk-merk lainya, antara lain AC Sharp, LG, Panasonic, Midea, Haier dan lain-lain. Selain menyediakan AC, toko ini juga melayani servis dan pemasangan AC dengan tenaga profesional.

Stefan Lebert, Branch Manager Haier AC mengatakan, permintaan AC dengan konsumsi listrik rendah terus meningkat setiap tahun sekitar 15 persen. Sebagian besar permintaan merupakan AC dengan kapasitas 1/2 PK sampai 1PK. “AC dengan konsumsi listrik rendah tersebut, menjadi ciri khas selera konsumen kita. Masyarakat lebih suka AC low watt yang hemat listrik dibandingkan AC dengan teknologi inverter,” katanya. (gie/smu)