Residivis Tusuk Warga dan Rusak Puskesmas

161
MENGAMUK : Kondisi Puskesmas Leyangan yang dirusak dua orang residivis kasus narkoba. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
MENGAMUK : Kondisi Puskesmas Leyangan yang dirusak dua orang residivis kasus narkoba. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
MENGAMUK : Kondisi Puskesmas Leyangan yang dirusak dua orang residivis kasus narkoba. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Warga Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Senin (9/3) pukul 20.00 kemarin dibuat geger oleh residivis kasus narkoba yang sedang mengamuk membawa senjata tajam (sajam). Ada dua pelaku, salah satunya dikenal bernama Gatot, 30, warga Leyangan Krajan, Desa Leyangan, Ungaran Timur yang melukai sopir truk Mualifin, 32, warga Leyangan hingga harus dijahit 15. Pelaku juga merusak ruang Poliklinik Umum dan KIA/KB Puskesmas Leyangan.

Saksi dalam kejadian tersebut, Mudrikah, 50, warga RT 2 RW 1, Desa Leyangan mengatakan, pelaku awalnya naik mobil Toyota Kijang pikap warna merah H 1656 QC bersama temannya yang belum diketahui identitasnya. Sampai di Desa Leyangan, mobil yang di depannya dipasang stiker salah satu partai politik tersebut nyungsep di selokan jalan, depan Puskesmas Leyangan. Kemudian pelaku meminta tolong warga untuk mengangkat mobil tersebut.

“Warga takut menolong karena pelaku terus marah-marah sembil menodongkan pisau di tangan kanan dan kirinya. Warga tidak berani keluar rumah, karena mereka sepertinya mabuk dan bawa pisau,” tutur Mudrikah, Selasa (10/3) kemarin.

Kendati begitu, Gatot lantas mendatangi rumah warga untuk meminta tolong. Tetapi warga menolak, karena takut dengan pelaku yang terus meracau dan mengancam warga. Hingga pukul 21.30, lewat truk yang disopiri Mualifin. Pelaku meminta Mualifin menarik mobil pelaku yang terperosok. Ketika Mualifin akan mengambil tali malah ditusuk lengannya menggunakan pisau oleh pelaku.

“Saya waktu itu tida punya tali, jadi saya mau cari tali untuk narik. Tapi Gatot marah-marah minta secepatnya dicarikan, sambil menggedor pintu kanan truk saya. Pelaku kemudian menyabetkan pisau, sambil mengancam akan membakar. Kemudian saya bersitegang dengan pelaku akhirnya pelaku menusukkan pisau ke tubuh saya mengenai lengan saya,” kata Mualifin alias Ipin.

Pelaku kemudian menuju Puskesmas Leyangan yang berada tidak jauh dari lokasi. Di tempat itu, kedua pelaku merusak ruangan Poliklinik Umum dan ruang KIA. Warga lantas melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa Desa Leyangan. Saat Babinsa dari Koramil Ungaran datang, tidak langsung mendekati pelaku yang masih membawa senjata tajam dan semakin brutal. Tidak lama kemudian, anggota Polsekta Ungaran dan Polres Semarang tiba di lokasi kejadian.

Petugas kemudian mengeluarkan tembakan peringatan agar pelaku menyerah. Namun pelaku justru kabur menuju tengah perkampungan warga. Sementara mobil pikapnya ditinggalkan karena posisinya masih terperosok di selokan. Anggota Polsekta Ungaran kemudian mengamankan mobil pikap warna merah.

Kapolsekta Ungaran Kompol Sulistyo melalui Kanitreskrim AKP Giri Nurwantoro mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Identitas pelaku telah kami ketahui. Kami masih melakukan pencarian,” kata Giri. (tyo/ida)