Pedagang Masih Enggan Pindah

117
PERBAIKI LAPAK : Para pedagang mulai memperbaiki lapak di pasar sementara, yang akan digunakan 16 Maret mendatang. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PERBAIKI LAPAK : Para pedagang mulai memperbaiki lapak di pasar sementara, yang akan digunakan 16 Maret mendatang. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PERBAIKI LAPAK : Para pedagang mulai memperbaiki lapak di pasar sementara, yang akan digunakan 16 Maret mendatang. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Pembangunan Pasar Batang pascakebakaran, sudah akan dimulai 2015 ini. Ribuan pedagang telah disediakan Pasar Darurat untuk 2 tahun ke depan, di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Watusalit, Kecamatan Batang. Sebagian pedagang sudah mulai pembangunan lapak baru, sebelum 15 Maret mendatang. Kendati begitu, masih ada 1000 pedagang yang belum memperbaikinya dan masih enggan pindah.

Bahkan, aktivitas perbaikan lapak di Pasar Darurat, hanya terlihat pada deretan los sepanjang zonasi Blok D dengan bangunan setengah permanen. Selebihnya masih utuh hanya berupa tiang penyangga tanpa penyekat.

Khunaeriyah, 45, pedagang sembako Pasar Batang yang akan menempati Blok D Pasar Darurat, Selasa (10/3) siang kemarin, mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan menempati Pasar Darurat pada 15 Maret mendatang. Menurutnya, dirinya baru akan pinah, setelah Pasar Darurat ramai dan didatangi pengunjung.

“Kami akan memaksimalkan kondisi terakhir di Pasar Batang. Karena kalau kami pindah tanggal 16 Maret, kami yakin pasar masih sepi. Karena masih banyak ribuan lapak yang belum diperbaiki,” ungkap Khunaeriyah.

Khunaeriyah juga mengatakan, sambil menunggu pasar darurat ramai, dirinya menabung untuk kebutuhan selama menempati pasar darurat. Menurutnya, selama berdagang di pasar darurat, omzet dagangannya akan menurun, karena sepi pembeli. Sedangkan biaya pengeluaran justru akan semakin besar. Karena ada biaya angkut barang dan biaya pengamanan.

“Intinya jual barang sebanyak-banyaknya di Pasar Batang, sebelum akhirnya pindah. Nanti kalau jualan di pasar darurat sepi, sudah punya tabungan untuk bertahan selama 2 tahun,” kata Khunaeriyah.

Kepala Disperindagkop Kabupaten Batang, Jamal Abdul Naser, menandaskan bahwa sesuai jadwal pembuatan lapak pasar darurat, diberi waktu selama hampir sebulan, yakni sejak tahap pertama pengundian nomor urut, yaitu 16 Februari lalu, sampai 15 Maret mendatang.

Menurutnya, sisa waktu yang dimiliki pedagang tinggal seminggu. Setelah itu, sebanyak 2.039 pedagang dari Pasar Batang, secara bertahap akan mulai melakukan pemindahan ke pasar darurat, yakni mulai 16 sampai 25 Maret.

“Alhamdulillah, pedagang mulai menyelesaikan pembangunan lapaknya. Mudah-mudahan, sebelum tahap pemindahan, seluruh lapak sudah dibangun,” tandas Jamal. (thd/ida)