Manajer Persibat Diperiksa Kejaksaan

124
Rohmadi. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
Rohmadi. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
Rohmadi. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Manager Persatuan Sepak Bola Batang (Persibat), Ahmad Dahlan, akhirnya diperiksa selama 6 jam oleh Kasie Pidsus, Rohmadi, di ruang Jampidus Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang, Selasa (10/3) siang kemarin. Terkait dugaan korupsi mengenai mekanisme serta realisasi anggaran yang diterima klub sepak bola divisi utama dari APBD di tahun 2014 sebesar Rp 3,1 miliar.

Pemeriksaan terhadap Ahmad Dahlan ini, untuk melengkapi keterangan dari 11 pengurus Persibat dan satu anggota Komisi B DPRD Batang sebelumnya. Sekaligus membawa beberapa berkas yang diminta. Sehingga begitu sampai di kantor Kejari, Manager Persibat tersebut, langsung masuk ke ruang Jampidsus untuk diperiksa lebih lanjut.

Subardi, 47, salah satu warga pelapor kasus korupsi Persibat yang datang bersama Rumah Joglo Pasekaran mengungkapkan bahwa Kejari seharusnya tidak hanya meminta keterangan 11 pengurus dan manager Persibat. Namun harus memintai keterangan kepada pihak ketiga yang sebelumnya meminjamkan dana sebelum APBD 2014 sebesar Rp 3,1 miliar tersebut cair.

“Kejari Batang harus berani mengungkap kasus korupsi Persibat ini. Dana APBD 2014 yang digelontor ke Persibat Rp 3,1 miliar. Dana APBD tersebut sebelum cair, ada pihak ketiga atau pihak tertentu yang meminjamkan terlebih dahulu. Harusnya mereka juga diperiksa atau dimintai keterangan, agar semua informasi tentang adanya dugaan penyimpangan APBD pada Persibat ini jelas,” ungkap Subardi.

Subarkah, 34, warga Kelurahan/Kecamatan Batang yang turut datang ke Kejari Batang mengatakan bahwa selain pengurus dan manajer Persibat, Kejari juga harus memeriksa pengurus KONI Kabupaten Batang dan pihak-pihak yang terkait dengan penggunaan pendanaannya, termasuk pelatih Persibat Lukas Tumbuan.

Menurutnya, Lukas telah menerima dana pelatih sebesar Rp 250 juta yang dibayarkan Persibat selama musim kompetisi. “Kami warga Batang meminta kepada Kejari Batang, agar berani mengungkap tuntas tentang adanya dugaan korupsi APBD 2014 pada Persibat. Karena uang Rp 3,1 miliar itu tidak sedikit,” kata Subarkah.

Sementara itu, Kasie Pidsus Kejari Batang, Rohmadi, membenarkan bahwa Kejari Batang telah memanggil 11 orang pengurus Persibat termasuk seorang anggota Komisi B DPRD Batang dan Manager Persibat, Ahmad Dahlan.

Menurutnya, pihak Kejari masih mengumpulkan data dan mendalami kasus persoalan anggaran Persibat. “Kami baru tahap pengumpulan data. Jadi belum banyak yang bisa kami informasikan ke publik. Pada saatnya nanti, kami akan menyampaikan kepada publik,” tegas Rohmadi. (thd/ida)