SUDAH MATANG: Seorang petani stroberi sedang memeriksa buah siap petik. Di sejumlah kebun stroberi, pengunjung bisa memetik sendiri buah langsung dari pohonnya. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
SUDAH MATANG: Seorang petani stroberi sedang memeriksa buah siap petik. Di sejumlah kebun stroberi, pengunjung bisa memetik sendiri buah langsung dari pohonnya. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
SUDAH MATANG: Seorang petani stroberi sedang memeriksa buah siap petik. Di sejumlah kebun stroberi, pengunjung bisa memetik sendiri buah langsung dari pohonnya. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Tempat wisata, tidak hanya identik dengan wahana permainan maupun pemandangan alam yang ditawarkan. Nyatanya, kebun stroberi di Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang tetap jadi salah satu tujuan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Hawa sejuk Gunung Merbabu dan Merapi memang terasa. Hijau daun stroberi dan buahnya yang merah merona, membuat pengunjung penasaran memetik stroberi sendiri. “Kadang mereka lebih puas kalau metik sendiri, walaupun untuk masuk kebun per orang ditarik Rp 2.500. Tapi kalau beli stoberi yang sudah dipak sama yang metik sendiri harganya sama, tetap Rp 60 ribu per kilogramnya,” kata perawat kebun Inggit Strawberry Banyuroto, Paini, Selasa (10/3).

Perempuan 40 tahun itu mengaku, perbedaan stroberi dalam kemasan terkadang mengambil dari petani lain. Selain itu, pihaknya juga berinovasi membuat dodol, maupun keripik daun stroberi sebagai pelengkap makanan khas stroberi.

Saat hari biasa, pengunjung bisa mencapai 60 orang perhari, tapi jika Sabtu-Minggu, ada lonjakan mencapai ratusan pengunjung. Ada juga yang melaksanakan pemotretan prewedding di kebun itu.

“Kalau hujan seperti ini, mereka metik pakai payung. Kebanyakan masuk kebun karena ingin foto-foto juga,” aku Paini.

Kata Paini, panen buah stroberi yang baik pada musim kemarau. Musim hujan menyebabkan banyak buah yang busuk. “Sebetulnya kalau satu pohon dari bibit menunggu panen itu sekitar 3 bulan, setelah itu bisa berbuah sampai 4 tahun kalau perawatannya benar,” paparnya.

Sementara itu, Nur Ita, 24, salah satu pengunjung mengaku ketagihan memetik stroberi sendiri. Dia berencana membuat jus di rumah. “Kalau metik sendiri, buahnya masih segar dan kita ada kepuasan bisa petik-petik sendiri,” ujar warga Dukun itu. (put/ton)