Jaga Kondusivitas Kota

137
SOSIAL: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan bantuan berupa sound system, kitab Alquran, karpet, dan kipas angin, serta bantuan uang tunai dari Badan Amil Zakat Kota Semarang, kepada pihak Masjid Baitul Ikhlas. (Humas for Rase)
SOSIAL: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan bantuan berupa sound system, kitab Alquran, karpet, dan kipas angin, serta bantuan uang tunai dari Badan Amil Zakat Kota Semarang, kepada pihak Masjid Baitul Ikhlas. (Humas for Rase)
SOSIAL: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan bantuan berupa sound system, kitab Alquran, karpet, dan kipas angin, serta bantuan uang tunai dari Badan Amil Zakat Kota Semarang, kepada pihak Masjid Baitul Ikhlas. (Humas for Rase)

GAJAHMUNGKUR – Banyak cara dilakukan Wali Kota Semarang untuk mengurai persoalan yang sedang terjadi di tengah masyarakat. Seperti menggelar kegiatan salat berjamaah bersama warganya. Selain dapat meningkatkan iman dan takwa, salat berjamaah juga diharapkan dapat meningkatkan silaturahmi antara pemkot dan warganya.

Senin malam (9/3) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan salat Isya berjamaah di masjid Baitul Ikhlas yang berlokasi di Jalan Papandayan Kecamatan Gajahmungkur. Melalui salat berjamaah ini, juga dapat menjadi media wali kota untuk berkomunikasi guna memperoleh solusi dari berbagai persoalan yang ada di masyarakat.

Menurutnya wali kota, Semarang dulu dikenal sebagai kota yang rindang, penuh dengan pepohonan, dan tidak macet. ”Butuh partisipasi masyarakat agar suasana tersebut kian terjaga. Seperti menjaga ketertiban saat di jalan, serta berupaya melakukan penanaman pohon di lingkungan masing-masing sehingga kesejukan tetap terjaga,” ujarnya.

Apalagi saat ini semakin banyak warga dari berbagai suku, baik Jawa, Ambon, Bugis, dan Sunda yang datang ke Kota Semarang. ”Kita sebagai tuan rumah harus menjadi contoh yang baik seperti perilaku ramah, sopan, tertib, dan taat pada peraturan. Apalagi Kota Semarang terkenal akan kondusivitasnya, tentu hal itu menjadi poin plus bagi Kota Semarang utamanya dalam meningkatkan jumlah pengunjung,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebagai warga Kota Semarang dan menghirup udara di Kota Semarang sudah barang wajib untuk memperbaiki kota ini. ”Siapa lagi yang bisa membuat Semarang lebih baik jika bukan warga Semarang sendiri,” tukasnya. (*/zal/ce1)