BBM Turun, Tarif Angkot Tak Kunjung Turun

163
JALUR AKAN DIUBAH : Beberapa kernet angkot sedang mencari penumpang di sekitar Terminal Taman Sari Salatiga, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
JALUR AKAN DIUBAH : Beberapa kernet angkot sedang mencari penumpang di sekitar Terminal Taman Sari Salatiga, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
JALUR AKAN DIUBAH : Beberapa kernet angkot sedang mencari penumpang di sekitar Terminal Taman Sari Salatiga, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

SALATIGA—Hingga saat ini, banyak angkutan umum kota (angkot) yang belum menurunkan harga tarif angkutan. Meskipun sudah keluar Surat Keputusan (SK) Wali Kota Salatiga tentang penurunan tarif harga angkutan umum dari Rp 3000 menjadi Rp 2500. Seiring turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp 200 beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Budaya dan Pariwisata (Dishubkombudpar) Salatiga, Ady Suprapto mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rembugan dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) kemudian terbit SK Wali Kota.

“Tapi di lapangan, tarif angkutan beragam, kami sulit mengaturnya. Kami sudah mengajak komunikasi Organda, tapi tetap saja banyak oknum sopir yang masih menggunakan harga sama,” tuturnya.

Rohman, 34, sopir angkutan umum jurusan Kesongo, mengatakan, dengan turunnya harga BBM, harga-harga barang justru naik. “Kami di lapangan dilema, harga semakin naik, tapi tarif angkutan tidak stabil,” tandasnya.

Dari pantauan wartawan Radar Semarang kemarin (10/3), tarif angkutan belum turun. Banyak yang beralasan karena harga barang kebutuhan pokok naik. Belum lagi harga BBM yang mengikuti harga minyak dunia, akan membuat tarif angkot membingungkan.

Sementara itu, terkait upya mengurai kemacetan di depan rumah dinas wali kota di Jalan Jendral Sudirman, Dishubkombudpar akan membuat jalur angkot satu arah dari Terminal Tamansari melewati Langensuko dan Kantor Pos. Agar bundaran dengan rumah dinas wali kota steril angkot.

“Hal ini masih dalam kajian dinas. Rencananya angkutan jurusan Kesongo dan Macanan harus melewati Langensuko. Harapannya, pengaturan jalur ini bisa mengurai kemacetan,” pungkasnya. (abd/ida)