BAHAYA : Warga menunjukkan longsoran yang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Borobudur, kemarin. Longsor sudah mengancam rumah warga. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BAHAYA : Warga menunjukkan longsoran yang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Borobudur, kemarin. Longsor sudah mengancam rumah warga. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BAHAYA : Warga menunjukkan longsoran yang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Borobudur, kemarin. Longsor sudah mengancam rumah warga. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Longsor susulan dalam skala kecil terus terjadi di Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, sejak akhir pekan lalu. Kemarin, longsor sudah mendekati permukiman warga. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ada sebelas rumah terancam hilang.

“Total ada sebanyak 11 bangunan rumah yang terancam longsor susulan karena tebing di atasnya sudah retak. Jumlah tersebut tersebar di empat desa, yakni Desa Sambeng, Kenalan, Kebonsari, dan Giritengah,” jelas Camat Borobudur, Nanda Cahyadi Pribadi, kemarin.

Dia menyebutkan, rumah yang terancam paling banyak berada di Dusun Pule Desa Sambeng, yakni sebanyak 6 rumah milik Sukir, Nardi, Suharman, Dimyati, Suratman, dan Naskin. Kemudian di Dusun Gunungwijil 3 rumah. Keduanya berada di Desa Kebonsari. Dua rumah lainnya di Dusun Kenalan, Desa Kenalan, serta Dusun Kamal, Desa Giritengah.

Selain mengancam rumah, longsor juga mengancam akses jalan alternatif penghubung Borobudur-Kalibawang, tepatnya di Dusun Sambeng, Desa Sambeng. Sejauh ini, lanjut Nanda, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) Kabupaten Magelang.

“Kami juga akan segera mengirim surat ke Bupati Magelang untuk ajukan bantuan darurat dalam rangka pembuatan talut. Karena kalau tidak segera ditangani, akan membahayakan warga,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo mengatakan, BMKG telah memberikan peringatan dini selama dua hari. “Berdasarkan website BMKG, peringatan dini hari ini (kemarin) untuk wilayah Jogjakarta, sedangkan besok (hari ini) untuk wilayah Magelang,” jelasnya.

Ia juga mengimbau warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat saat ini masuk musim pancaroba, atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. ”Sesuai rilis dari BMKG, kondisi seperti ini di Kabupaten Magelang masih akan berlangsung hingga pertengahan bulan April hingga dasarian Juni. Untuk itu, warga hendaknya terus meningkatkan kewaspadaan. Pohon besar yang sekiranya lapuk dan dekat rumah supaya dipangkas,” tandasnya. (vie/ton)