KEKUATAN LINI TENGAH: M Yunus, saat dikepung para pemain Bali United Pusam, Minggu (8/3) lalu. Ketergantungan PSIS di lini gelandang pada pemain ini sangat tinggi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KEKUATAN LINI TENGAH: M Yunus, saat dikepung para pemain Bali United Pusam, Minggu (8/3) lalu. Ketergantungan PSIS di lini gelandang pada pemain ini sangat tinggi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KEKUATAN LINI TENGAH: M Yunus, saat dikepung para pemain Bali United Pusam, Minggu (8/3) lalu. Ketergantungan PSIS di lini gelandang pada pemain ini sangat tinggi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PSIS Semarang telah melakoni uji coba pra musim ke delapan mereka versus Bali United Pusam (BUP) di Stadion Jatidiri Semarang Minggu (8/3). Dalam uji coba dua tim beda kasta itu berakhir dengan hasil imbang 0-0.

Saat ini tim Mahesa Jenar juga kembali menyusun rencana uji coba lanjutan. Lawannya juga salah satu kontestan Indonesia Supe League (ISL). Tak tanggung-tanggung, tim yang akan datang akan menyambangi Stadion Jatidiri nanti adalah Arema Cronus, pada akhir bulan Maret 2015 mendatang.

Saat ini manajemen PSIS telah melakukan komunikasi intensif dengan tim berjuluk Singo Edan itu. “Pihak Arema sudah memberikan opsi tanggal pelaksanaan yaitu tanggal 25 atau 27 Maret 2015. Sekarang kami sedang bernegosiasi, semoga saja ada kabar baik dalam waktu dekat ini,” terang manajer tim PSIS, Adi Saputro, kemarin.

Sementara, dari uji coba terakhir itu, head coach PSIS, M Dofir mengakui masih banyak hal yang harus diperbaiki oleh tim pelatih sebelum tampil di kompetisi Divisi Utama yang rencananya akan diputar April 2015 mendatang.

Dofir mengatakan, ketergantungan timnya kepada pemain-pemain pilar masih cukup tinggi. Itu artinya kualitas pemain pelapis yang dimiliki tim berjuluk Mahesa Jenar itu masih cukup timpang dengan kualitas pemain pilar.

Terutama di lini tengah, sosok seorang M Yunus saat ini benar-benar memegang kunci kendali permainan tim Mahesa Jenar. Hal itu cukup terasa ketika M Dofir mengistirahatkan pemain asal Temanggung itu di babak kedua laga uji coba versus BUP kemarin, maka kualitas permainan jadi drop. “Kami kemarin sebenarnya sedikit memaksakan Yunus untuk bermain karena dia sebenarnya sedang mengalami sedikit problem di kaki kanannya. Harus kami akui perannya di tim cukup vital,” terang Dofir.

Pelatih yang juga pernah berkostum PSIS itu juga menyadari, di kompetisi mendatang pihaknya juga tidak akan mungkin bisa memainkan M Yunus selama 90 menit di semua pertandingan yang akan mereka lakoni. “Makanya kami juga masih terus men-drill beberapa pemain seperti Rizky Yulian, Indra Setiawan untuk bisa memainkan posisi Yunus karena suatu saat tim harus siap ketika harus bermain tanpa Yunus di tengah,” sambungnya.

Selain di pos second striker yang dihuni Yunus, tim pelatih PSIS saat ini juga sedang memutar otak untuk mencari pemain pelapis di pos gelandang sayap dan striker yang saat ini dihuni oleh Indra Setiawan, Bakori Andreas dan Hari Nur Yulianto.

Di sektor gelandang sayap atau winger, tim Mahesa Jenar sekarang hanya memiliki satu stok pemain pelapis yaitu pemain muda Dani Raharjanto. Sedangkan di pos striker bahkan PSIS hanya memiliki sosok Hari Nur Yulianto pasca dicoretnya Noor Hadi dari tim beberapa waktu lalu. “Perburuan pemain masih terus kami lakukan. Prioritasnya memang di sector striker dan gelandang. Selain itu kalau memungkinkan kami juga akan menambah pemain di sektor bek sayap kiri setelah kemarin Ahmad Ilyas mengundurkan diri,” bebernya. (bas/smu)