TAK PUNYA TEMPAT LATIHAN: Para atlet PPLP Jateng, terus berusaha keras memperbaiki kualitas dengan latihan keras tiap sore di lapangan seadanya di kompleks GOR Jatidiri. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TAK PUNYA TEMPAT LATIHAN: Para atlet PPLP Jateng, terus berusaha keras memperbaiki kualitas dengan latihan keras tiap sore di lapangan seadanya di kompleks GOR Jatidiri. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TAK PUNYA TEMPAT LATIHAN: Para atlet PPLP Jateng, terus berusaha keras memperbaiki kualitas dengan latihan keras tiap sore di lapangan seadanya di kompleks GOR Jatidiri. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim panahan Panahan PPLP Jateng menurunkan target perolehan medali pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Bandung, September mendatang. Jika tahun lalu mampu menggondol 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu, kini hanya mematok 1 perak dan 2 perunggu saja.

Asisten Pelatih Yudhi Arief Fianto menuturkan, penurunan target ini karena para pemanah PPLP andalan telah lulus sekolah sebelum Popnas dimulai, sehingga tidak bisa memperkuat Jateng di Popnas mendatang. “Kami realistis saja. Tidak ingin muluk-muluk karena kualitas atlet tidak segreget tahun lalu,” paparnya.

Yang bisa diandalkan, lanjut Yudhi, hanya Cintya Afrel di nomor Perorangan Compound Putri. Itu pun mungkin hanya bisa jadi juara 2. Selain itu, nomor beregu putra dan perorangan putra diharapkan bisa masuk tiga besar.

Sementara ini, 18 pemanah yang akan diterjunkan ke Popnas mulai menggelar latihan rutin mulai awal maret hingga April mendatang. Pola latihan baru diubah menjadi pra kompetisi mulai awal Mei.

Yudhi menuturkan, hujan yang kerap turun di sore hari menjadi kendala utama. Area panahan PPLP di Jatidiri memang tidak ada tempat berteduh. Praktis, mereka harus berkemas dan terpaksa libur latihan jika diguyur hujan. “Selain itu, peralatan juga masih kurang. Jumlah busur dan anak panah belum memenuhi standar. Selama ini atlet banyak yang menggunakan peranti pribadi,” pungkasnya. (amh/smu)