TANPA LABEL: Sejumlah barang bukti kosmetik ilegal dijajar oleh petugas Polda Jateng. Saat ini kepolisian masih melakukan pengembangan dan pendalaman terkait peredaran kosmetik bodong tersebut. (Abdul Mughis/Radar Semarang)
TANPA LABEL: Sejumlah barang bukti kosmetik ilegal dijajar oleh petugas Polda Jateng. Saat ini kepolisian masih melakukan pengembangan dan pendalaman terkait peredaran kosmetik bodong tersebut. (Abdul  Mughis/Radar Semarang)
TANPA LABEL: Sejumlah barang bukti kosmetik ilegal dijajar oleh petugas Polda Jateng. Saat ini kepolisian masih melakukan pengembangan dan pendalaman terkait peredaran kosmetik bodong tersebut. (Abdul Mughis/Radar Semarang)

MUGASSARI – Seorang pengedar kosmetik ilegal dibekuk tim Subdit III Direktorat Narkoba Polda Jateng. Tersangka diketahui berinisial SMN, 36, warga Kelurahan Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Modusnya, mengedarkan kosmetik tanpa merek dan label.

Tersangka diamankan beserta sejumlah barang-bukti berbagai jenis kosmetik tanpa label (tanpa nama) yang disita dari sebuah ruko di Kudus. ”Tersangka mengedarkan, menjual dengan melayani pembelian, tanpa memiliki izin. Diduga dia juga memproduksi kosmetik tersebut,” kata Kasubdit III Direktorat Narkoba Polda Jateng, AKBP B. Hidayat, ditemui wartawan di Mapolda Jateng, Senin (9/3).

Penangkapan tersangka dilakukan pada Sabtu (7/3), di sebuah ruko di Kudus. Ruko tersebut diduga digunakan tersangka sebagai tempat memasarkan produk kosmetik ilegal tersebut. ”Dia melayani pembeli dari orang-orang tertentu. Setelah kami cek, ternyata kosmetik tersebut tidak ada labelnya,” katanya.

Sehingga bisa dipastikan barang tersebut ilegal dan tidak ada perizinan yang dikeluarkan oleh BPOM. ”Labelnya saja tidak ada, apalagi perizinan. Termasuk tidak ada keterangan pemakaian, jenis, digunakan untuk apa dan lain-lain. Rata-rata semuanya produk beauty soap untuk kecantikan,” terang Hidayat.

Dari hasil pemeriksaan tersangka, diketahui, produk-produk kosmetik berbagai jenis tersebut tidak memiliki izin edar dari Badan POM. ”Bahkan tersangka pernah ditangkap oleh petugas BPOM beberapa waktu lalu dan sudah pernah disidang,” imbuhnya.

Jenis kosmetik ilegal tersebut di antaranya untuk lulur, vitamin untuk kulit, dan kosmetik untuk mandi. Mengingat pembelinya orang-orang tertentu, diduga mereka memiliki jaringan yang dipasarkan ke sejumlah wilayah. ”Bisa juga dipasarkan secara online. Kami masih mengembangkan penyelidikan,” katanya.

Pihak polda akan melakukan pengusutan dan pendalaman kasus tersebut. Tersangka dikenakan Pasal 196, Pasal 176 KUHP, Undang-Undang No 36 tentang Kesehatan. ”Ancamannya lebih dari 5 tahun, atau paling banyak 10 tahun penjara,” ujar Hidayat.

Namun sejauh ini, lanjut Hidayat, tersangka belum dilakukan penahanan. Pihaknya mengaku masih melengkapi berkas pemeriksaan dan mengembangkan penelusuran lebih lanjut. (amu/zal/ce1)