Lonjakan Penduduk Baru Mencapai 4 Juta Jiwa

149
SAFARI : Mensos Khofifah Indarparawansa didampingi Direktur RSI NU dr Abdul Aziz dan Bupati Dachirin Said saat bhakti sosial KB di rumah sakit tersebut. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
SAFARI : Mensos Khofifah Indarparawansa didampingi Direktur RSI NU dr Abdul Aziz dan Bupati Dachirin Said saat bhakti sosial KB di rumah sakit tersebut. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
SAFARI : Mensos Khofifah Indarparawansa didampingi Direktur RSI NU dr Abdul Aziz dan Bupati Dachirin Said saat bhakti sosial KB di rumah sakit tersebut. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Angka pertumbuhan penduduk di Indonesia sepertinya semakin besar. Bahkan, saat ini jumlah penduduk baru bertambah sekitar 4 juta jiwa per angka kelahiran baru yang mencapai 1,56. Sedangkan, jumlah penduduk mencapai 250 juta jiwa. Angka ini termasuk cukup tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan kualitas pendidikan maupun ketersediaan lapangan kerja yang relatif stagnan.

Menteri Sosial (mensos) Khofifah Indarparawansa mengatakan, jumlah lonjakan penduduk baru itu sangat besar. Untuk menekan jumlah penduduk ini, pihaknya terus menggencarkan kegiatan KB. Termasuk melalui kegiatan safari keliling sebagaimana yang dijalankan Muslimat NU. “Sudah 13 tahun ini safari KB dilaksanakan dan banyak peserta KB yang cenderung menggunakan alat kontrasepsi jenis implant,” katanya saat safari bhakti sosial KB Muslimat di Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak .

Untuk di Demak ternyata sebaliknya banyak yang mamakai KB suntik. Ini karena KB suntik diyakini mutunya lebih terjamin. Sedangkan, KB implant dari sisi biaya lebih mahal. “Untuk urusan KB di daerah selama ini tidak semua menyediakan dan menganggarkan untuk pengadaan alat kontrasepsi. Karena itu, kami berupaya menyediakan alat kontrasepsi ini termasuk door to door ke kedutaan besar negara sahabat untuk mencari bantuan,” imbuhnya.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menjalin jaringan internasional terkait masalah KB ini. Mensos Khofifah tetap berharap, setiap daerah bisa memenuhi penyediaan alat kontrasepsi baik jenis KB suntik maupun implant. Meski demikian, ia menyadari tidak semua daerah mampu mengalokasikan anggaran dalam APBD.

Direktur RSI NU, dr Abdul Aziz mengatakan, safari KB di RSI NU digelar setiap tahun dengan target kepesertaan KB sebanyak 350 orang. “Kami layani masyarakat yang ingin KB suntik maupun implant,”katanya didampingi Humas RSI NU, Khoir. (hib/fth)