MELANGKAH: Lima siswa SLBN Semarang antusias berlatih catwalk di Exist Modelling Semarang. Atlet sepak bola tunagrahita belajar catwalk. (FOTO: Nur Chamim/Radar Semarang)
MELANGKAH: Lima siswa SLBN Semarang antusias berlatih catwalk di Exist Modelling Semarang. Atlet sepak bola tunagrahita belajar catwalk. (FOTO: Nur Chamim/Radar Semarang)
MELANGKAH: Lima siswa SLBN Semarang antusias berlatih catwalk di Exist Modelling Semarang. Atlet sepak bola tunagrahita belajar catwalk. (FOTO: Nur Chamim/Radar Semarang)

SEMARANG – Bakat lima siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang ini patut diapresiasi. Mereka adalah atlet sepa kbola wanita tunagrahita yang akan mewakili Jawa Tengah dan Indonesia di ajang tingkat ASEAN dalam South East Asia 5A Side Football Tournament (Female), di Kuala Lumpur, Malaysia (13-16/3) mendatang.

”Dalam turnamen tersebut, saat gala dinner di akhir turnamen akan diadakan persembahan masing-masing tim sepak bola, kita akan persembahkan peragaan busana (fashion show), kita tunjukkan mereka juga bisa layaknya perempuan anggun dengan melangkah di catwalk,” ujar Ketua Pemda Soina Jateng, Kristi Jani Kirana, selaku pendamping tim.

Keikutsertaan dalam turnamen tersebut merupakan langganan tiap tahun bagi SLBN Semarang ini, jika di 2014 yang diikutkan tim putra yang menyabet medali perak di Brunai, kini bergantian tim putri yang diikutsertakan.

Sepak bola khusus bagi siswa berkebutuhan khusus ini berjumlah sembilan orang, lima orang dari sisiwi SLBN dan tiga orang dari mahasiswa Unnes yang merupakan atlet pendamping dalam permainan tim. Bahkan satu peserta sebagai pembawa devile perkenalan adalah siswi down syndrome atau siswa dengan IQ di bawah 50. ”Bermain 15 menit x 2, terdiri atas lima pemain. Diwajibkan 3 pemain dari siswi berkebutuhan khusus dan 2 pemain adalah mereka pendamping merupakan atlet normal,” tambahnya. Uniknya, permainan ini bagi 2 pemain pendamping tak diperbolehkan bermain sebagai penjaga gawang dan pencetak gol, mereka hanya sebagai penyeimbang permainan saja.

Sementara kepala sekolah SLBN Semarang, Sucipto mengatakan, untuk menjalin komunuikasi dengan pemain telah dipusatkan training centre di Diksus SLBN. Mulai dari menginap bersama, berlatih bersama, dan menjalani sparing dengan tim setingkat di atas mereka. ”Secara fisik dan teknik kita adakan training centre dan sparing bertanding dengan tim Persisa (Persatuan Sepakbola Sambiroto), di lapangan Sambiroto,” terangnya, saat mendampingi berlatih catwalk di Exist Modelling, di UMKM Centre Jateng, Senin (9/3). Selain menjadi atlet sepak bola wanita, mereka juga antusias berlatih catwalk di Exist Modelling Semarang.

Bayu Ramli selaku pengasuh Exist Modelling merasa terhormat bisa melatih mereka catwalk di fashion show gala dinner turnamen Kuala Lumpur. Bayu Ramli yang turun langsung melatih, mengajari teknik dasar melangkah layaknya para model. ”Memang harus meluangkan waktu lebih bagi mereka karena ini pertama bagi mereka, kesulitan yang didapat sangat wajar karena mereka adalah siswa berkebutuhan khsusus. Kita tak menuntut mereka seperti perempuan yang normal, tapi kita usahakan mereka bisa merasakan nuansa fashion show dan menikmati,” terangnya. (aam/jpnn/zal/ce1)