Lima Sekolah Gagal UN Online

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

KENDAL – Dari delapan sekolah yang diusulkan sebagai sekolah pilot project (percontohan) ujian online atau Computer Based Test (CBT) hanya tiga sekolah yang disetujui. Tiga sekolah itu yakni adalah SMK, yakni SMK 2 Kendal, SMK 3 Kendal dan SMK NU 01 Kendal. Sedangkan lima sekolan lainnya gagal karena tidak memenuhi sarat kualifikasi yang ditentukan.

Hasil ini diketahui setelah dilakukan verifikasi terhadap persyaratan sekolah percontohan peserta CBT yang diusulkan Dinas Pendidikan Kendal kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah (Kemdikbud Dasmen) RI. “Sedangkan dua SMP dan tiga SMA yang diusulkan tidak lolos karena tidak memenuhi syarat kualifikasi untuk mengikuti CBT tahun ini.
Terutama dalam hal keteresediaan perangkat keras atau komputer yang akan digunakan untuk ujian online kurang dari jumlah minimal yang harus disediakan sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono, Senin (9/3).

Lima sekolah yang tidak lolos UN online adalah, dua SMP yakni SMP 2 Kendal dan SMP 1 Weleri. Sedangkan tiga SMA adalah SMA 1 Kendal, SMA 1 Boja dan SMA Pondok Pesantren Selamat. “Jadi dari delapan sekolah, tiga disetujui dan lima sekolah tidak disetujui,” imbuhnya.

Menurutnya untuk sekolah yang mengikuti CBT harus memiliki kesiapan yang bagus. Terutama kesiapan sekolah dalam penyediaan komputer dan jaringan internet. Sebab minimal sekolah harus menyediakan 1:3 dari jumlah siswa peserta ujian online. Sebab CBT dilaksanakan secara tiga shift.

Selain kesiapan sekolah, mental siswa juga harus disiapkan sejak lama agar siswa tidak berbeda dengan siswa lain. Yakni mulai dari materi ujian dan latihan soal dengan sistem CBT. “SMP dan SMA kami minta untuk tidak memakasakan diri, sebab lebih penting masa depan siswanya. Karena SMP masih harus melanjutkan ke sekolah SMA atau SMK dan sedangkan siswa SMA digadang-gadang untuk melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi,” tambahnya.

Kepala Seksi Pendidikan Dinas Pendidikan Kendal, Sri Bagus Darmoyo menyampaikan, lima sekolah yang tidak lolos lantaran menurutnya persiapan waktu yang diberikan sekolah sangat singkat. Sehingga banyak sekolah yang tidak siap. “Karena kebutuhan komputer tidak mungkin dipenuhi dalam waktu singkat,” katanya.

Dikatakannya, persiapan dari kementrian pendidikan mulai awal pengusulan dimulai pada Februari. Sementara untuk pelaksanaan ujian nasional untuk SMA dan SMK di bulan april dan SMP dibulan Mei. “Sehingga sekolah kesulitan untuk memenuhi pesyaratan yang telah ditetapkan,” timpalnya.

Kepala SMK 3 Kendal, Condro Budi Susetyo mengaku, sejauh ini pihaknya sudah mulai melakukan persiapan untuk megikuti Ujian Online. Terutama memberikan pelatihan soal kepada calon peserta ujian online dengan CBT. “Latihan sudah dua kali kami lakukan uji coba kepada siswa. Hasilnya siswa justru lebih percaya diri menggunkan CBT dar pada manual atau menggunakan lembar jawab komputer (LJK).

Jumlah siswa yang akan mengikuti ujian online di SMK 3 ada sebanyak 380. Dari jumlah tersebut pihaknya sudah menyediakan 150 komputer. “Selain juga sudah kami sediakan generator set (genset) untuk antisipasi pemadaman listrik,” tambahnya. (bud/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Kendala Pemilik Ponsel Cerdas Masih Kurang

PAKAR Information Technology (IT) Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Dr Solichul Huda MKom menilai sejauh ini Kota Semarang sudah menuju smart city. Sejumlah inovasi dan...

Pertukaran Tenaga Kerja Harus Dilakukan

SEMARANG – Mempermasalahkan masuknya tenaga tenaga kerja asing jelang bergulirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dinilai tak bijaksana. Lalu memperketat aturan untuk menahan laju tenaga...

Bangun RTH, Digelontor Rp 3,5 M

TEMANGGUNG—Untuk membuat ruang terbuka hijau (RTH) Pemerintah Kabupaten Temanggung mendapatkan gelontoran dana senilai Rp 3,5 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum. Bantuan tersebut akan disasarkan...

Edhi Klaim YGS Keluar Dari TITD

SEMARANG-Yayasan Grajen Semarang (YGS) surati Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang terkait pemberitahuan bahwa yayasan itu tidak menerbitkan surat pemberkatan dari Pemuka...

More Articles Like This

- Advertisement -