Didampingi Tiga Mahasiswi Unnes, Juga Diajari Melangkah di Catwalk

465
AGAR PEDE: Owner Exist Modelling Bayu Ramli saat mengajari jalan para siswi SLBN Semarang dan mahasiswi Unnes yang akan Mewakili Indonesia di ASEAN 5A Side Football di Malaysia. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
AGAR PEDE: Owner Exist Modelling Bayu Ramli saat mengajari jalan para siswi SLBN Semarang dan mahasiswi Unnes yang akan Mewakili Indonesia di ASEAN 5A Side Football di Malaysia. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
AGAR PEDE: Owner Exist Modelling Bayu Ramli saat mengajari jalan para siswi SLBN Semarang dan mahasiswi Unnes yang akan Mewakili Indonesia di ASEAN 5A Side Football di Malaysia. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

Lima siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang mendapat kesempatan istimewa untuk meraih prestasi internasional. Mewakili Indonesia, akan bertandang ke Kuala Lumpur Malaysia untuk mengikuti 3rd South East Asia 5A Side Football Tournament (Female), 13-16 Maret mendatang. Para remaja tuna grahita itu tengah menjalani Training Center (TC) di Balai Pengembangan Dinas Pendidikan Khusus.

KETUA Pengda Special Olympics Indonesia (Soina) Jateng Kristi Jani Kirana menuturkan, kelima atlet atas nama Luki Rina Fitriyani, Dwi Puji Astuti, Tiara Ratih Ratnaning Adyoda, dan Jumi Yalitum kini sedang mengasah teknik shooting dan mempertahankan bola, serta memperkuat fisik. Tidak hanya latihan, mereka juga menggelar latih tanding dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Persisac di Lapangan Sepak Bola Sambiroto, kemarin.

“Selain menguji hasil latihan, latih tanding itu juga untuk mendongkrak mental atlet agar tidak minder ketika melawan orang yang tidak mereka kenal,” ungkapnya.

Saat bertanding melawan tim-tim unggulan dari berbagai negara se-Asia Tenggara itu, kelima pesepakbola berkebutuhan khusus itu akan didampingi tiga mahasiswi dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), yaitu Shinta Ardiyani, Diatra Yusita Pratidina, dan Lucia Endah Purnamasari Putri sebagai partner ketika bertanding di lapangan. “Jadi ada tiga atlet berkebutuhan khusus, yang dibantu dua atlet normal sebagai penyeimbang pola permainan. Tapi, kedua partner tersebut dilarang mencetak gol dan menjadi kiper. Jadi hanya mengumpan dan mengatur ritme serangan dan pertahanan saja,” papar Kristi.

Di kompetisi 5A Side Football kali ini, Kristi optimistis mampu menggondol emas. Pasalnya, tim 5A Side Football putra hanya bisa menyabet perak ketika berlaga di Brunei tahun lalu. “Tinggal nanti tuan rumah seperti apa. Memang patut diwaspadai karena kabarnya, tim Malaysia sudah mempersiapkan pertandingan ini selama satu tahun,” tegasnya.

Tidak hanya unjuk gigi di ranah olaharaga, kelima pesepakbola tersebut juga diberi kesempatan untuk tampil sebagai model ketika gala dinner, Minggu (15/3) mendatang. Karena itu, mereka diberi bekal mengenai teknik-teknik dasar melangkah di atas catwalk yang benar lewat pelatihan singkat selama dua hari dengan owner Exist Modelling, Bayu Ramli. “Sebenarnya butuh waktu lama untuk mempelajari teknik ini. Memang kelihatannya gampang. Tapi cukup susah untuk bisa tampil manis di atas catwalk sambil memeragakan busana. Yang normal saja bisa sampai berhari-hari, apalagi yang berkebutuhan khusus,” kata Bayu.

Bayu, yang sudah terbiasa melatih anak-anak berkebutuhan khusus mengatakan, ketika beraksi di depan tamu-tamu internasional, mereka akan mengenakan busana dari batik cipratan yang juga hasil karya siswa-siswi SLB. (amh/smu)