Rohtriastari. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
Rohtriastari. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
Rohtriastari. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

BENTROK dengan jadwal studi bisa dibilang masalah klasik atlet. Pusingnya memilih kini sedang melanda pebasket putri Sahabat Wisma Sehati Semarang, Rohtriastari. Di sela keseriusannya berkarir di klub kebanggaan Kota Semarang itu, cewek yang akrab disapa Astrid ini mengaku kerap galau jika ingat jam-jam kuliah terpaksa harus terlewati.

Sebagai pemain profesional, dia tak mungkin mengabaikan ketatnya jadwal padat IndiHome WNBL Indonesia 2014-2015. “Makin lama, tuntutan waktu di basket tambah ketat. Kalau harus bolak-balik Semarang-Jakarta, kurang efektif. Chemistry kekompakan tim pun memudar kalau terus dipaksakan,” ungkap wanita berambut pendek yang kini tercatat sebagai mahawiswi semester 5 Sistem Informasi Universitas Pelita Harapan Jakarta.

Meski kini harus mengambil cuti panjang, Astrid bertekad musti mendapat gelar sarjana. Kapan pun itu, yang jelas dia ingin segera menyelesaikan kuliahnya. “Saya sendiri masih bingung. Pengin cepet lulus, tapi nggak bisa ninggalin basket,” cetus dara kelahiran Jakarta, 10 Juli 1994 itu.

Bagi Astrid, basket sudah jadi bagian dari hidupnya. Bahkan dia menganggap basket sebagai wujud lukisan jiwa yang sarat seni. Curahan sekaligus pelampiasan mengungkapkan isi hati yang diimpelentasikan lewat sebuah permainan.

Penghobi futsal ini juga sudah kepincut basket sejak melalap bangku kelas 8 SMP Lab School Kebayoran, Jakarta. Meski awalnya hanya sekadar ikut-ikutan, akhirnya dia menemukan ada yang klik dengan permainan ini. “Dari basket, saya bisa mendapatkan kepercayaan diri, sahabat-sahabat sejati, dan yang pasti tabungan untuk masa depan,” celotehnya. (amh/smu)