PEDULI SESAMA: Sejumlah anggota Komunitas Sedekah Jumat Penuh Berkah (SJPB) saat membagikan nasi bungkus kepada kaum dhuafa. (DOK. SJPB)
PEDULI SESAMA: Sejumlah anggota Komunitas Sedekah Jumat Penuh Berkah (SJPB) saat membagikan nasi bungkus kepada kaum dhuafa. (DOK. SJPB)
PEDULI SESAMA: Sejumlah anggota Komunitas Sedekah Jumat Penuh Berkah (SJPB) saat membagikan nasi bungkus kepada kaum dhuafa. (DOK. SJPB)

Hari Jumat bagi umat Islam diyakini sebagi hari yang penuh berkah. Itu pula yang membuat sekumpulan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Sedekah Jumat Penuh Berkah menggelar kegiatan sosial dengan membantu kaum dhuafa setiap Jumat. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

KOMUNITAS Sedekah Jumat Penuh Berkah (SJPB) belum lama berdiri. Komunitas sosial ini baru terbentuk pada awal 2015 lalu. Anggota komunitas tersebut ingin mengubah persepsi masyarakat, kalau selama ini masyarakat urban identik dengan rasa sosial yang minim.

Untuk membuktikan jika masyarakat perkotaan juga peduli dengan sesama, maka dibentuklah komunitas ini. Visi dan misi SJPB adalah berbagi dan peduli kepada masyarakat yang kurang mampu. Komunitas ini mencoba memberikan sedekah kepada para tukang sapu, tukang parkir, pemulung, anak telantar, dan kaum dhuafa lainnya di jalanan.

Koordinator SJPB Tri Utomo mengatakan, pembentukan komunitas ini atas dorongan salah satu warga bernama Feri, yang selalu menebarkan kebaikan dengan bersedekah kepada orang yang kurang beruntung. ”Dari omongan ringan dengan pemuda Karang Taruna Kelurahan Miroto dan Pak Feri, akhirnya kami membulatkan tekad untuk membantu sesama yang kurang beruntung di hari penuh berkah, yakni hari Jumat,” katanya.

Setelah terbentuk sebuah komunitas, akhirnya sekumpulan pemuda karang taruna membulatkan tekad untuk membagikan makanan dan minuman secara gratis kepada orang-orang yang membutuhkan. ”Dari dorongan itulah, kami pemuda karang taruna dari Kelurahan Miroto setiap Jumat membagikan makanan dan minuman secara gratis. Untuk donaturnya sudah ada yang mengatur. Jadi, kami nggak ada kesulitan dalam melakukan rutinitas,” ujar pria yang akrab disapa Utomo ini.

Setiap Jumat, komunitas ini sedikitnya membawa sekitar 50 paket makanan dan minuman untuk dibagikan secara keliling di Kota Semarang, seperti Simpang Lima, Kota Lama, Kampung Kali dan sebagainya. ”Kenapa Jumat? Menurut kami Jumat adalah hari yang istimewa, di mana pahala dilipatgandakan dan harinya penuh keberkahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika komunitas yang dipimpinnya bersifat terbuka. Artinya, siapa pun bisa bergabung dan berpartisipasi dalam komunitas SJPB. ”Kalau ada yang mau gabung ya silakan, kami membuka tangan lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi,” ujarnya.

Taufan, salah satu anggota SJPB mengaku senang dapat berpartisipasi dalam komunitas tersebut. Selain mencari berkah dari Tuhan, menurut dia, dengan bersedekah bisa mengajarkan manusia untuk selalu bersyukur. ”Banyak orang yang kurang beruntung di jalanan, saya bisa lebih bersyukur dengan apa yang saya punya saat ini,” katanya.

Ia berharap semakin banyak orang yang bergabung dengan komunitas ini, terutama generasi muda. ”Semakin banyak yang bergabung, tentunya kita bisa meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” harapnya. (*/aro/ce1)