TEMANGGUNG- Modus baru tindak penagihan utang oleh debt collector terjadi di Temanggung. Timbul Jumadi, 25, warga Kranggan disekap kawanan debt collector selama 12 jam karena utangnya sebesar Rp 74 juta.

Para debt collector tersebut adalah Hari Widodo, 34, warga Desa Bumiayu, Tembarak; Mulyono, 39, warga Kalitelon dan Aan Suminto, 35, warga Kedu. Ketiganya dibekuk setelah menyekap dan berusaha memeras korban.

Penyekapan ini terjadi pada Jumat (6/3) lalu. Saat itu, Timbul dimasukkan ke dalam mobil oleh para pelaku. Selanjutnya korban diajak berputar-putar ke daerah Kranggan lalu dibawa ke hotel Campursari, Maron. Korban disekap dalam kamar hotel dengan dikunci dari luar. Timbul bahkan mengaku mendapat perlakuan kasar dengan kata-kata berupa ancaman.
“Katanya, kalau berani macam-macam, tak tembak kepalamu,” ujarnya menirukan ancaman pelaku.

Selama disekap di kamar, korban masih memegang alat komunikasi. Ia lalu menghubungi keluarganya agar mereka menyiapkan uang. “Mungkin keluarga juga yang sampai menghubungi pihak kepolisian,” ungkap Timbul saat ditemui di Polres Temanggung, Senin (9/3).

Timbul menceritakan, ia pernah meminjam uang dari Warsito, warga Klaten yang saat ini bekerja di Malaysia. Keduanya belum pernah bertemu dan hanya berhubungan lewat chatting. Timbul berani meminjam uang karena kenalannya Aan merupakan saudara Warsito.

Uang tersebut digunakan Timbul untuk modal tanam tembakau. Namun karena bangkrut, korban belum dapat mengembalikan uang. Perjanjiannya Timbul akan membayar dengan diangsur. Setelah keluar dari hotel, Timbul mengambil uang di ATM sebanyak Rp 2 juta. Dari uang tersebut, Rp 100 ribu digunakan korban untuk sarapan.

Dalam gelar perkara yang diadakan Senin (9/3), pelaku menyanggah telah menyekap korban. Mereka mengatakan korban masuk sendiri ke dalam mobil tanpa paksaan. “Kami tidak menyekap. Tidak benar juga kalau kami mengunci pintu kamar hotel dari luar. Kami juga tidak melakukan tindakan pemerasan,” terang Hari Widodo.

Hari menjelaskan, mereka dijanjikan bayaran Rp 15 juta bila berhasil menagih utang senilai Rp 74 juta. Ketika ditangkap, polisi menyita barang bukti uang senilai Rp 1,9 juta dan sebuah mobil Jeep yang digunakan para pelaku.

Para pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polres Temanggung. Kapolres Temanggung melalui Kasubag Humas AKP Henny Widiyanti mengatakan ketiga debt collector tersebut akan dijerat dengan pasal berlapis yakni 368 KUHP dan 333 KUHP tentang pemerasan dan penyekapan.

“Pelaku akan diancam dengan hukuman pidana berlapis. Untuk pasal 368 maksimal 9 tahun dan pasal 333 maksimal 7 tahun penjara,” tandasnya. (mg3/ton)