Rem Blong, Truk Hantam Tiga Sepeda Motor

164
RINGSEK : Truk pengaduk semen yang jatuh terperosok ke dalam tanah bengkok di perempatan Jalan Lingkar Salatiga (JLS) Kumpulrejo, Minggu (8/3) sore. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
RINGSEK : Truk pengaduk semen yang jatuh terperosok ke dalam tanah bengkok di perempatan Jalan Lingkar Salatiga (JLS) Kumpulrejo, Minggu (8/3) sore. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
RINGSEK : Truk pengaduk semen yang jatuh terperosok ke dalam tanah bengkok di perempatan Jalan Lingkar Salatiga (JLS) Kumpulrejo, Minggu (8/3) sore. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Sebuah truk pengaduk semen bernopol H 9245 NK terperosok ke dalam tanah bengkok di perempatan Jalan Lingkar Salatiga (JLS) Kumpulrejo, Minggu (8/3). Dugaan kuat, kecelakaan terjadi akibat rem kendaraan blong. Beruntung tidak ada korban jiwa. Tapi 5 orang mengalami luka berat dan dibawa ke RSUD Salatiga. Yakni 2 kernet, Supriyanto, 28 dan Wagimin, 34 dan 3 pengendara sepeda motor.

Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan bermuka ketika truk yang dikemudikan Sukiman, 30, warga Sendang Haji, Cilacap melaju dengan kecepatan sedang. Sampai tanjakan salib putih, tiba-tiba kendaraan tidak bisa dikendalikan lantaran rem blong. “Saya merasakan sudah mengalami gagal rem sejak di depan gereja Salib Putih,” katan supir, Sukiman.

Mengetahui itu, Sukiman pun banting setir dan mengarahkan truk ke tanah bengkok untuk menghindari jatuhnya korban. Selain itu, ia mengaku sudah membunyikan klakson agar pengendara menyingir. Tapi sayang, usahanya tidak banyak membuahkan hasil. Laju kendaraan yang kencang membuat truk sulit dikendalikan.

Brak. Tiga sepeda motor yang melaju dari arah bawah tertabrak. Beruntung, sejumlah pengendara motor bisa menyelamatkan diri sehingga hanya mengalami luka. “Untungnya di perempatan ada warga yang mengatur lalu lintas. Jadi sudah diberi tanda, sehingga tidak banyak kendaraan yang lewat saat truk melaju,” tambahnya.

Kapolres Salatiga, AKBP RH Wibowo yang meninjau langsung lokasi mengaku prihatin karena di lokasi sering terjadi kecelakaan. Bahkan beberapa bulan yang lalu sampai 3 hari berturut-turut di tempat yang sama. Kapolres mengaku sejak tahun lalu sudah melakukan kajian terkait pentingnya jalur penyelamat dan sudah diserahkan ke Pemkot Salatiga. “Terus terang kami prihatin. Terjadinya kecelakaan di tempat yang sama dengan masalah yang sama. Kami berharap ini sudah cukup menjadi pembelajaran agar segera dilakukan tindakan. Kalau tidak segera disikapi kami khawatir akan banyak korban lagi yang ditimbulkan akibat kecelakaan di tempat ini,” katanya.

Ketua DPRD Salatiga, Teddy Sulistio turut datang meninjau lokasi kecelakaan. Ia mengaku akan mengambil langkah swadaya bekerjasama dengan warga untuk memasang papan dan lampu peringatan di sekitar perempatan Kumpulrejo. “Saya saja tidak segan-segan untuk mengeluarkan uang jutaan untuk memasang peringatan di atas salib putih. Masak pemkot masih pikir-pikir?. Saya juga, mengapresiasi langkah rekan-rekan pengatur jalan yang karena mereka kecelakaan hari ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kalau seperti ini dibiarkan, kami akan mengambil langkah swadaya untuk membuat sejumlah papan peringatan dan lampu untuk menghindari kecelakaan terjadi lagi,” pungkasnya. (abd/fth)