SERAHKAN HADIAH : Presdir PT Andalan Finance Sebastianus Budi menyerahkan satu unit mobil yang merupakan hasil pengundian program “Andalan Fantastic 2014”. (Nurul pratidina/radar semarang)
SERAHKAN HADIAH : Presdir PT Andalan Finance Sebastianus Budi  menyerahkan satu unit mobil yang merupakan hasil pengundian program “Andalan Fantastic 2014”. (Nurul pratidina/radar semarang)
SERAHKAN HADIAH : Presdir PT Andalan Finance Sebastianus Budi menyerahkan satu unit mobil yang merupakan hasil pengundian program “Andalan Fantastic 2014”. (Nurul pratidina/radar semarang)

SEMARANG – Perusahaan pembiayaan Andalan Finance tahun ini optimistis dapat meningkatkan target hingga 20 persen. Hal ini seiring dengan tumbuhnya pasar otomotif.

Presiden Direktur PT Andalan Finance Indonesia Sebastianus Budi mengatakan, pasar otomotif masih sangat potensial. Tahun lalu saja, perusahaan yang beroperasi sejak 1995 ini berhasil membukukan new booking sebesar Rp 2,7 triliun dengan nilai aset hingga akhir Desember lebih dari Rp 3,8 triliun. “Tahun lalu tumbuh 16 persen dari tahun sebelumnya. Tahun ini kami optimistis bisa tumbuh hingga 20 persen,” ujarnya di sela pengundian hadiah program “Andalan Finance Fantastic 2014” di Gedung Admiral, Sabtu (7/3).

Pasar mobil bekas ditargetkan dapat berkontribusi hingga 60 persen dalam pertumbuhan tersebut, sisanya program pendanaan untuk mobil baru. Prosentase tersebut berkaca dari kondisi 2012 hingga 2014 dimana pasar mobil bekas cenderung menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. “Dari 2012 sampai 2014 mobil baru pasarnya flat, sedangkan mobil bekas cenderung tumbuh, karena pemilik mobil bekas cenderung lebih sering menukar mobilnya ketimbang mobil baru,” ujarnya.

Diakuinya, pada awal 2014 lalu, pasar mobil bekas sempat mengalami penurunan. Hal tersebut sebagai dampak dari adanya program mobil murah. Namun demikian, saat ini pasar sudah kembali stabil. Baik mobil bekas maupun mobil baru.

“Dari target pertumbuhan tersebut, Jawa Tengah mengambil porsi 50 persen. Sisanya daerah lain. Khusus untuk pulau Jawa, Jabodetabek cukup potensial, diikuti Jawa Barat dan tahun ini kami akan fokus garap pasar Jawa Timur,” ujarnya.

Namun demikian, berbagai program juga masih diluncurkan untuk menggenjot pertumbuhan, termasuk juga dengan menggandeng berbagai pihak. Salah satunya bekerjasama dengan Nasmoco selaku Exclusive Main Dealer Toyota di Jawa Tengah dan Yogyakarta. “Ke depan kami akan senantiasa membuat program loyalitas konsumen dengan memberi nilai tambah pada setiap produknya,” tandasnya. (dna/rikc)