Orang Tua Korban Bantah Gembok Rumah

144

SEMARANG – Korban peristiwa kebakaran di Kelurahan Dempet, Kabupaten Demak, kini telah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Kota Semarang. Korban yang diketahui berhasil selamat dari amukan si jago merah adalah M. Fadli.

Fadli yang ditemani oleh kedua orang tuanya yaitu Masripah dan Agung Sumantri tampak lemah masih dalam pantauan tim medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Beberapa peralatan medis masih menempel di badannya.

Bahkan, kedua orang tuanya tampak tegang, setiap kali melihat kondisi Fadli. Mereka mondar-mandir di IGD dengan wajah bercampur cemas. ”Tadi siang, kondisi anak saya (Fadli, Red) sempat membaik. Kini pada pukul 15.30 kembali kritis. Yang bisa saya dan suami lakukan saat ini, hanya pasrah dan berdoa untuk keselamatan dan kesembuhan anak saya,” ujar Masripah, Minggu (8/3) kemarin.

Dituturkan Masripah, kebakaran terjadi saat ia pergi menjemput suaminya yang baru pulang dari Solo usai mengantar bekatul. Pada saat itu, ketiga anaknya sedang tertidur pulas. ”Semula saya tidur bersama anak-anak. Namun karena suami saya menelepon minta dijemput di pabrik, saya akhirnya menjemput suami. Pas saya pulang, rumah sudah terbakar dan 2 anak saya yang masih berumur 2 tahun dan 9 bulan ikut terbakar bersama rumah saya,” kata Masripah sembari menangis tersedu-sedu.

Masripah juga membantah jika pada saat rumah ia tinggal untuk menjemput suaminya, posisi pintu digembok. Hal tersebut dibuktikan anak sulungnya dapat lari ke luar rumah, meski dengan tubuh yang terkena kobaran api. ”Kenapa harus saya gembok? Lha wong di rumah, saya tidak punya apa-apa. Kalau mau dimaling, yang mau dicuri apanya? Sebelumnya saya tidak mempunyai kecurigaan. Tahu-tahu saya dikabari oleh saudara saya, jika rumah sudah habis terbakar. Saya langsung bergegas pulang,” katanya.

Dikatakan dia, saat si jago merah mengamuk rumahnya, keluarga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah miliknya juga tidak tahu. Hingga kini penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.

”Pada saat saya tinggal sore itu, korsleting listrik juga tidak ada. Saya cek semua tidak ada apa-apa. Lalu kenapa bisa terbakar? Kompor gas juga tidak saya nyalakan. Sebelah rumah saya merupakan rumah ibu saya, pada saat kebakaran juga mereka tidak tahu,” tuturnya.

Sementara itu, Agung mengatakan pada peristiwa kebakaran tersebut dua adik perempuan M. Fadli menjadi korban dan meninggal dunia. Sementara itu, M. Fadli yang kini masih dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang merupakan siswa SD N Botosengon 2 yang kini masih dibangku kelas 5.

”Fadli masuk ke RSUP dr Kariadi Sabtu (7/3) pukul 11.00. Yang menunggu anak saya, ya saya dan istri saya saja. Keluarga di Demak sedang ada acara memperingati setahun meninggalnya kakak saya,” pungkas Agung. (ewb/ida/ce1)