NU Janji All Out Dukung PKB

180
SINERGI DENGAN NU: Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar (kedua dari kiri) bersama para menteri dari PKB saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah dan Silaturahmi NU-PKB Eksekutif Legislatif RI-Provinsi Kabupaten/Kota se-Jateng. (Miftahul A’la/Radar Semarang)
SINERGI DENGAN NU: Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar (kedua dari kiri) bersama para menteri dari PKB saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah dan Silaturahmi NU-PKB Eksekutif Legislatif RI-Provinsi Kabupaten/Kota se-Jateng. (Miftahul A’la/Radar Semarang)
SINERGI DENGAN NU: Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar (kedua dari kiri) bersama para menteri dari PKB saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah dan Silaturahmi NU-PKB Eksekutif Legislatif RI-Provinsi Kabupaten/Kota se-Jateng. (Miftahul A’la/Radar Semarang)

SEMARANG – Menjelang Pilkada serentak di 21 Kabupaten/Kota, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng menyinergikan langkah antara pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB dari wilayah sampai tingkat cabang. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng bahkan menyatakan sikap politiknya untuk sepenuhnya mendukung PKB.

Untuk itu, kader nahdliyin diminta berkontribusi terhadap penyelenggaraan pilkada secara all out. ”Secara garis politik kami menyerahkan persoalan itu (pilkada, Red) kepada PKB,” kata Ketua PWNU Jateng, KH Abu Hapsin, dalam acara Musyawarah Kerja Wilayah dan Silaturahmi NU-PKB Eksekutif Legislatif RI-Provinsi Kabupaten/Kota se-Jateng.

Abu Hapsin menambahkan, PWNU Jateng dan PKB terus menjalin komunikasi untuk pemetaan kader potensial yang akan maju menjadi bakal calon bupati/wali kota. Para ulama dan kiai pengurus cabang NU memberikan sumbangan saran dan masukan untuk memilih kader nahdliyin yang paling tepat. ”Sehingga nantinya akan terpilih pemimpin daerah yang bisa menyejahterakan masyarakat nahdliyin dan bisa melayani perjuangan keagamaan para ulama dan kiai,” imbuhnya.

Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar mendukung langkah para tokoh NU dan pengurus PKB di Jateng. Sebagai partai yang dilahirkan ulama dan kiai NU, sudah menjadi kodratnya PKB dan NU menyatu. ”Saya setuju, NU dan PKB harus bersinergi. Bersama untuk terus berjuang dalam percaturan pilkada dan akhirnya nanti Jateng yang merah ini akan menjadi hijau pada 2019,” katanya.

Cak Imin berharap pejuang NU dan PKB jangan kalah dengan ulama pendahulu yang mampu mengubah Jawa yang dulunya animisme dinamisme menjadi banyak santri dan ulamanya. Ia mencontohkan Gus Dur ketika mendirikan PKB di Papua, awalnya tak kenal NU. Tapi sekarang ketika PKB semakin besar maka NU juga menjadi besar. ”PKB lahir untuk melayani perjuangan para ulama dan kiai. Siapa pun itu DPR atau pejabat lainnya harus melayani ulama dan kiai itu penting karena takdir kita seperti itu. Para ulama melayani umatnya, dari sisi spiritualnya. Maka PKB melalui DPR dan eksekutif berjuang untuk kesejahteraan dan seluruh kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.

Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan pengurus partai di tingkat cabang untuk bersinergi dengan pengurus NU setempat untuk membahas bakal calon dalam pilkada. Ia berharap dengan sinergisitas, bisa mensukseskan calon pemimpin dari nahdliyin. ”Sinergi ini menjadi modal awal untuk menyukseskan para kader NU untuk duduk di kursi bupati dan wali kota di Jateng,” katanya.

Gus Yusuf mengaku sudah menyiapkan desk pilkada di 21 Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada 2015. Yakni Kota Semarang, Rembang, Purbalingga, Kebumen, Kota Surakarta, Boyolali, Kota Pekalongan, Blora, Kendal, Kota Magelang, Sukoharjo, Kabupaten Semarang, Purworejo, Wonosobo, Wonogiri, dan Klaten. Kemudian ditambah lima kabupaten/kota yang akhir masa jabatan kepala daerahnya berakhir hingga Juni 2016 yakni Grobogan, Sragen, Demak, Pekalongan, dan Pemalang.

Dalam acara tersebut, dihadiri Ketua Umum PKB Muhamin Iskandar, lima menteri dari kader PKB, yaitu Menaker Hanif Dhakiri, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, Menristek dan Dikti Muhammad Nasir. Juga seluruh anggota DPR RI dari dapil Jateng, DPRD Provinsi dan seluruh DPRD Kabupaten/Kota dan juga Bupati dan Wakil Bupati dari kader PKB. Selain itu juga dihadiri pengurus cabang NU se-Jateng. (fth/ric/ce1)