BAHAYA: Petugas Gegana Polda Jateng sedang mengevakuasi mortir yang akan diledakkan di Kali Progo. (ISSTUL HANI’AH/RADAR KEDU)
BAHAYA: Petugas Gegana Polda Jateng sedang mengevakuasi mortir yang akan diledakkan di Kali Progo. (ISSTUL HANI’AH/RADAR KEDU)
BAHAYA: Petugas Gegana Polda Jateng sedang mengevakuasi mortir yang akan diledakkan di Kali Progo. (ISSTUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menerjunkan tim Gegana Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) ke Temanggung, Minggu (8/3). Kedatangan tim khusus ini setelah ada laporan temuan mortir.

Kapolres Temanggung AKBP Dwi Indra Maulana menjelaskan, setelah menerima laporan warga atas temuan tersebut, pihaknya langsung mengamankan lokasi. Pihaknya segera melaporkan temuan mortir tersebut kepada Polda Jateng.

“Hari ini (kemarin, red) kami melakukan pengangkatan mortir untuk kemudian kami ledakkan. Tindakan ini kami lakukan sesuai dengan instruksi Kapolda agar melakukan peledakan di tempat yang jauh dari pemukiman. Jadi kami memilih di sini di tepi Kali Progo dengan pertimbangan keamanan,” ungkap Dwi Indra.

Mortir tersebut merupakan temuan Budi Marwoto, 56, warga Desa Kenalan, Kecamatan Kranggan, Sabtu (7/3). Mortir yang diduga peninggalan masa perang kemerdekaan tersebut tergeletak di bawah bekas jalur rel kereta api di Kali Progo.

Budi mengatakan, awal mulanya ia hendak membuang hajat ke sungai sekitar pukul 14.30. Akan tetapi secara tak sengaja melihat sebuah benda berbentuk lonjong tergeletak di tepi aliran sungai. “Karena penasaran saya langsung dekati, awalnya seperti besi biasa, namun setelah diamati ternyata itu mirip sebuah mortir,” jelasnya.

Mengetahui benda yang ia temukan ini berpotensi menimbulkan bahaya, ia lantas melaporkan hal tersebut kepada Polsek Kranggan. “Saya rasa benda ini terbawa aliran air Sungai Progo yang memang terkenal kuat arusnya. Kalau tidak banjir tak mungkin ada di sana,” imbuhnya.

memberikan jarak aman dengan radius tujuh ratus meter. Pascatemuan ini, Dwi Indra meminta kepada seluruh masyarakat agar segera melapor kepada petugas berwenang, baik Polsek maupun Koramil jika suatu saat nanti menemukan benda serupa, atau paling tidak yang dianggap mencurigakan.

“Nanti kalau ada yang menemukan lagi, segera saja lapor pasti akan kami tindak lanjuti. Kita khawatir ada salah penanganan dari masyarakat karena sangat benda seperti ini sangat membahayakan,” imbaunya. (mg3/ton)