BAWEN – Para petani ikan di Rawa Pening, Desa Sumurup, Kecamatan Bawen resah dengan maraknya pencurian di karamba ikan milik warga. Pasalnya aksi pencurian tidak dilakukan hanya pada malam hari, tapi juga siang hari. Jika malam modusnya dengan menjaring ikan di dalam karamba. Sedangkan ketika siang, pelaku pencurian menjebol jaring bawa karamba dan kemudian memancingi dari luar, seolah-olah karamba aman.

Seorang petani ikan, warga Sumurup, Sapto Ari, 28, mengatakan, jika kejadian ini sudah terjadi beberapa kali. Bahkan para petani ikan harus berjaga siang-malam, untuk mengantisipasi pelaku pencurian ikan miliknya. “Kalau siang biasanya ada beberapa pemancing yang nakal dan merobek jaring bawah karamba, sehingga petani tidak tahu kalau ikan di dalam karamba sudah habis karena keluar jarring,” katanya.

Ia menambahkan, sekarang pembesaran ikan, di karamba Rawa Pening sudah tidak aman lagi. Akibat pencurian petani juga banyak yang mulai malas memelihara ikan. Karena harus menjaga siang-malam. “Sehingga banyak yang beranggapan, tenaga dan keuntungan tidak sesuai. Waktunya habis untuk menunggu karamba,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh Agus, 34. Ia mengakui pelaku pencurian ikan memang menjadi masalah para petani di Sumurup. Imbasnya dulu yang mempunyai karamba ikan, banyak yang beralih profesi sebagai penambang kompos di Sumurup. Harusnya air yang melimpah bisa menjadi ladang pembesaran ikan, tapi bagaimana lagi petani ikan sudah banyak yang beralih profesi.

“Selain pencuri juga masalah enceng gondok yang tidak kunjung selesai. Karamba yang terdesak enceng gondok membuat kadang karamba rusak dan banyak ikan yang mati. Kami berharap pemerintah mau turun dan melihat kondisi masyarakat di lapangan. Agar program-programnya bisa tepat sasaran. Tidak hanya asal-asalan,” katanya. (abd/fth)