Gagal Beri Hiburan

177
BERTENAGA – Bomber muda PSIS, Hari Nur Yulianto ketika coba dihadang pemain belakang Bali United Pusam, Ricky Fajrin di laga uji coba yang berakhir imbang 0-0 Sore (8/3) kemarin. (Foto: Baskoro Septiadi/Radar Semarang)
BERTENAGA – Bomber muda PSIS, Hari Nur Yulianto ketika coba dihadang pemain belakang Bali United Pusam, Ricky Fajrin di laga uji coba yang berakhir imbang 0-0 Sore (8/3) kemarin. (Foto: Baskoro Septiadi/Radar Semarang)
BERTENAGA – Bomber muda PSIS, Hari Nur Yulianto ketika coba dihadang pemain belakang Bali United Pusam, Ricky Fajrin di laga uji coba yang berakhir imbang 0-0 Sore (8/3) kemarin. (Foto: Baskoro Septiadi/Radar Semarang)
1=

SEMARANG – Laga uji coba tim PSIS Semarang menjamu salah satu kontestan Indonesia Super league (ISL), Bali United Pusam (BUP) di Stadion Jatidiri Semaran Sore (8/3) kemarin akhirnya harus berakhir imbang 0-0.

Permainan cepat dari kaki ke kaki yang semula diprediksi bakal terjadi di laga dua tim beda kasta itu ternyata tidak terwujud. Bahkan sepanjang babak pertama, baik PSIS maupun BUP sama-sama memainkan tempo yang sangat lamban.

Tim tamu yang banyak dihuni oleh pemain jebolan Timnas muda belum mampu menampilkan permainan terbaik mereka. Begitu juga tim tuan rumah yang hanya sekedar bermain aman di area mereka sendiri membuat laga babak pertama berjalan cukup monoton.

Satu-satunya peluang emas BUP di babak pertama terlahir dari kaki Bayu Gatra. Namun sayang pemain yang juga diproyeksikan masuk ke Timnas U-23 itu gagal menaklukkan penjaga gawang PSIS, Syaiful Amar yang sore kemarin menjadi man of the match.

Memasuki babak kudia, tempo permainan sedikit meningkat. Juru ramu BUP, Indra Sjafri juga cukup frontal merubah komposisi timnya. Beberapa pemain seperti Bobby Satria, Hendra Sandy Gunawan, Sutanto Tan, Yabes Roni, Iswandi Da’i dan Sukarja diturunkan di paruh kedua.

Hasilnya cukup lumayan, permainan cepat dari kaki ke kaki yang diinginkan eks pelatih Timnas U-19 itu mulai merepotkan barisan pertahanan PSIS. Beberapa peluang mampu diciptakan oleh anak-anak BUP sepanjang babak kedua berjalan.

Sadar harus mengimbangi permainan cepat BUP, tim Mahesa Jenar juga mulai menaikkan tempo permainan mereka. Dominasi M Yunus, Hari Nur Yulianto dan Indra Setiawan mampu membuat sibuk barisan pertahanan Yoo Jae Hoon dkk.

Tercatat sebanyak tiga peluang matang dari kaki Hari Nur, M Yunus dan Indra Setiawan yang harusnya menjadi gol mampu tercipta sepanjang babak kedua, meski akhirnya baik PSIS maupun BUP tetap gagal mengubah skor 0-0 yang bertahan hingga laga berakhir.

Ditemui Wartawan usai laga, head coach BUP Indra Sjafri mengaku anak-anak asuhnya bermain tidak seperti selayaknya tim yang berlaga di kompetisi level tertinggi. Banyak kesalahan mendasar yang harusnya tidak perlu dilakukan oleh anak-anak BUP.

“Pertandingan ini tidak menarik untuk ditonton. Bagi saya sepak bola tidak hanya soal menang atau kalah, tapi juga bagaimana bisa menghibur. Kami off-day hari ini (kemarin, red),” tegas Indra Sjafri usai laga sore kemarin.

Banyak hal menurut pelatih asal Padang, Sumatera Barat itu yang mempengaruhi performa timnya ketika tampil di Stadioon Jatidiri. Salah satunya lantaran Yoo Jae Hoon dkk menganggap remeh ketika berhadapan dengan tim Mahesa Jenar yang musim ini akan berlaga di kasta kedua.

“Ini masalah mental. Pemain kita selalu bisa tampil fight ketika berhadapan dengan tim yang levelnya sama atau di atas kami, tapi ketika menghadapi tim yang levelnya di bawah sedikit meremehkan, sehingga permainan jadi tidak bisa maksimal,” lanjutnya.

Hanya saja Indra mengatakan, timnya memang memerlukan waktu untuk mematangkan diri terutama untuk bersaing dengan tim-tim papan atas yang akan berlaga di level tertinggi kompetisi di Idonesia musim ini.

“Saya membangun Timnas U-19 kemarin selama tiga tahun baru terlihat. Sama juga dengan BUP, ibaratnya kami ingin membangun rumah bukan beli rumah jadi musim ini target kami bertahan di ISL, di tahun ketiga baru kami mulai pasang target tinggi,” bebernya.

Sementara di kubu tuan rumah, juru ramu PSIS, M Dofir mengatakan timnya mengalami peningkatan cukup bagus dari sisi organisasi permainan yang menurutnya belum terlihat pada beberapa kali laga uji coba yang telah mereka lakoni kemarin.
“Tapi tetap ada evaluasi, salah satunya yaitu kami melihat pemain-pemain pelapis masih butuh polesan jarak mereka dengan pemain utama masih lumayan jauh. Selain itu kami juga harus segera berburu pemain tambahan terutama di pos striker,” terang Dofir. (bas)