Bu Ita Konsen di Bidang Ekonomi dan Kesehatan

231
BU ITA : Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu. (ricky fitriyanto/radar semarang)
BU ITA : Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu. (ricky fitriyanto/radar semarang)
BU ITA : Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu. (ricky fitriyanto/radar semarang)

Salah seorang bakal calon Wakil Wali Kota Semarang, Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau akrab disapa Bu Ita menunjukkan keseriusannya maju dalam hajatan Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2015. Minggu (8/3), Ita yang juga Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) ini memulai rangkaian kegiatan sosial bagi warga Kota Atlas.

Kegiatan yang digelar kemarin adalah Pasar Murah dan Pengobatan Gratis di Balai Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang. Selain itu, juga digelar kuis Pilwakot di area Car Free Day (CFD) di Jalan Pahlawan dan Simpanglima.

Pasar murah dan pengobatan gratis yang digelar dihadiri ratusan warga. Menurut Ita, pasar murah digelar karena banyak masyarakat terdampak kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pokok. “Kami siapkan beras, gula pasir, dan minyak tanah dengan harga yang lebih rendah dari harga di pasar tradisional. Harapannya, warga bisa memanfaatkannya karena sembako menjadi kebutuhan sehari-hari,” ujar wanita kelahiran Semarang, 4 Mei 1966 ini.

Sedangkan pengobatan gratis diadakan untuk membantu warga yang sakit karena dampak cuaca ekstrim akhir-akhir ini. “Masyarakat bisa berobat secara gratis. Kami sediakan obat gratis bekerjasama dengan perusahaan farmasi,” kata istri dari Ir Alwin Basri MM.MIKom ini.

Pihaknya berencana terus konsen membantu masyarakat di bidang kesehatan. Diantaranya dengan membagikan bubuk abate dan melakukan fogging untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). “Akhir-akhir ini, penyakit DBD banyak menyerang warga. Kami akan berupaya membantu warga mencegah penularan dengan mematikan jentik-jentik nyamuk,” papar bakal calon wakil wali kota yang mendaftar melalui PDIP ini.

Selain itu, kemarin juga digelar penyuluhan bahaya kanker serviks dengan menggandeng Gerakan Peduli Kanker Serviks (GPKS) Semarang dan sekitarnya. Yayasan SWS sendiri akan menggelar pasar murah dan pengobatan gratis di 177 Kelurahan se Kota Semarang.

Sedangkan kegiatan di CFD, menurut Bu Ita lebih banyak bertujuan untuk mengajak masyarakat memahami arti penting pelaksanaan Pilwalkot Semarang yang akan dilaksanakan pada Desember mendatang.

“Kegiatan kami di CFD ada mengisi kuis, interaksi langsung dengan masyarakat, dengan harapan mereka ikut berpartisipasi dalam Pilwalkot, ini juga bagian dari sosialisasi, guna menekan angka golput,” terangnya.

Ketua Panitia Acara Iwan Laksono berharap berbagai kegiatan yang digelar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Ke depan, pihaknya juga akan menggelar Lomba Mars PKK dan Mars KB tingkat Kota Semarang. (ric)