GLAMOUR: Eva Kawaii desainer bridal, tengah menjelaskan tren busana pengantin di tahun ini, di mana warna putih masih mendominasi. (ENY S/RADAR SEMARANG)
GLAMOUR: Eva Kawaii desainer bridal, tengah menjelaskan tren busana pengantin di tahun ini, di mana warna putih masih mendominasi. (ENY S/RADAR SEMARANG)
GLAMOUR: Eva Kawaii desainer bridal, tengah menjelaskan tren busana pengantin di tahun ini, di mana warna putih masih mendominasi. (ENY S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Warna putih sebagai lambang kemurnian dan kesucian, tampaknya masih menjadi tren gaun pengantin di tahun ini.

Eva Kawaii desainer dan owner Eva Bridal and Make Up mengatakan, tema wedding di tahun ini, lebih cenderung pada musim dingin dengan nuansa salju. Oleh karenanya gaun pengantin di tahun juga didominasi warna putih. “Warna putih memang memberikan kesan kesederhanaan, namun gaun pengantin berwarna putih tetap akan terlihat glamour, dengan dipadukan butiran kristal,” ungkap Eva.

Sedangkan untuk model bridal yang paling banyak diminati di tahun ini, lebih pada model bridal yang mengangkat perpaduan budaya Indonesia dan barat. “Untuk bagian atas kami mengangkat budaya Indonesia yaitu kebaya, sedangkan untuk bagian bawah gaun lebih bergaya barat, dengan model smoke atau mengambang di bawah” jelasnya.

Tepatnya, dibagian atas gaun bergaya kebaya transparan dipadukan broklat bertabur kristal dan leher berbentuk V. Sedangkan untuk bagian bawah, di buat dari bahan satin, organsa, broklat, tafeta (bahan dari Prancis), ditambahkan dengan payet. “Selain leher berbentuk V, pada bagian atas gaun juga berlengan pendek. Sehingga dalam penggunaannya ditambahkan dengan lengan lepasan,” jelas wanita yang sudah menggeluti bisnis bridal selama lebih dari 7 tahun ini.

Untuk sebuah gaun pengantin yang didesain oleh Eva Kawaii, bisa diperoleh dengan harga mulai dari Rp 20 jutaan. “Pasangan pengantin yang selama ini memesan bridal di tempat kami, tidak hanya dari kota Semarang, melainkan juga dari kota-kota lain seperti Magelang, Bandung, Pekalongan, Surabaya hingga Makasar,” pungkasnya. (eny/smu)