HANYA 10 MENIT : Pohon tumbang dan ratusan bangunan rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung di wilayah Kabupaten Magelang Jumat (6/3) sore. (IST)
HANYA 10 MENIT : Pohon tumbang dan ratusan bangunan rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung di wilayah Kabupaten Magelang Jumat (6/3) sore. (IST)
HANYA 10 MENIT : Pohon tumbang dan ratusan bangunan rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung di wilayah Kabupaten Magelang Jumat (6/3) sore. (IST)

MUNGKID– Angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di sebelah selatan Kabupaten Magelang, kemarin sore (6/3). Sejumlah pohon bertumbangan dan merusak ratusan bangunan. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian itu.

Kedua korban adalah Siti Sodikoh, 28, dan anaknya Silma, 4. Mereka merupakan warga Dusun Danurojo, Desa Jamus Kauman, Kecamatan Ngluwar.

“Angin datang bersamaan dengan hujan deras sekitar jam 14.00 siang,” kata Yahya, 35, salah satu warga, kemarin.
Menurut dia, angin datang dari sebelah utara. kejadian berlangsung sekitar 10 menit. “Anginnya besar sekali,” imbuhnya.

Menurut dia, korban sebenarnya sudah berada di rumah saat kejadian. Namun, rumahnya tertimpa pohon besar dekat Ponpes Qiyamul Muhtadin. “Terkena reruntuhan atap rumah yang tertimpa pohon,” tambah Slamet, warga lain.

Yoga, salah satu relawan mengatakan kedua korban mengaluka luka sobek di kepala dan harus menerima sejumlah jahitan sementara anaknya Silma lebam-lebam. “Sudah ditangani,” cetusnya.

Pihaknya mengatakan sudah mengirimkan tim untuk membantu warga. Juga memberikan bantuan logistik. Disebutkan angin kencang melanda tiga kecamatan. Yakni di Kecamatan Ngluwar meliputi sejumlah dusun di Desa Jamus Kauman, kemudian di Kecamatan Salam di Dusun Kricaan Mesir, Desa Salam. Di Kecamatan Muntilan angin kencang merobohkan belasan pohon di Desa Gunungpring, Desa Tamanagung, dan Desa Pucungrejo.

Pantauan koran ini, sejumlah warga dibantu relawan BPBD TNI dan Polri bekerja bakti memotong pohon-pohon yang tumbang. Termasuk membantu rumah warga yang rusak tertimpa pohon. Setidaknya ratusan rumah rusak dalam skala kecil, sedang dan berat.

Kepala Desa Pucungrejo Muhammad Ma’ruf menyatakan satu tiang listrik dan sejumlah pohon tumbang di Jalan Klangon, yakni di sekitar RS Padmalalita dan BMT Barokah Muntilan. Akibatnya, lalu lintas masyarakat terganggu karena jalan tertutup pohon besar. “Tadi sudah langsung ditangani dan dipinggirkan supaya tidak mengganggu lalu lintas,” kata dia.

Beruntung, saat kejadian tidak ada pengendara yang melintas di daerah tersebut. “Kita masih melakukan pendataan rumah-rumah yang rusak,” kata dia.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pusat penanggulangan bencana Kabupaten Magelang masih melakukan pendataan terkait kerusakan yang disebabkan angin puting beliung itu. “Masih dilakukan pendataan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo.

Data yang masuk sementara jumlah rumah rusak masih berkisar di angka puluhan. Namun jumlah itu diperkirakan terus bertambah. “Pihak desa dan BPBD sedang melakukan pendataan terus,” katanya. (vie/lis)