TAMU REDAKSI: General Manager Gallery Prawirotaman Hotel Jogjakarta, I Made Sarina Pinatih berfoto bersama dengan Pemimpin Redaksi Radar Semarang Arif Riyanto dan kru lainnya. (BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: General Manager Gallery Prawirotaman Hotel Jogjakarta, I Made Sarina Pinatih berfoto bersama dengan Pemimpin Redaksi Radar Semarang Arif Riyanto dan kru lainnya. (BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: General Manager Gallery Prawirotaman Hotel Jogjakarta, I Made Sarina Pinatih berfoto bersama dengan Pemimpin Redaksi Radar Semarang Arif Riyanto dan kru lainnya. (BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Baru setahun berdiri, Gallery Prawirotaman Hotel Jogjakarta mampu bersaing dengan hotel berbintang lainnya di Kota Gudeg. Terbukti, hotel bintang 4 ini mampu menduduki ranking 6 terbaik dari 127 hotel di Jogjakarta.

“Kami membuktikan sebagai hotel terbaik dalam pelayanan kepada tamu, maupun fasilitas hotel yang lengkap,” kata General Manager Gallery Prawirotaman Hotel Jogjakarta, I Made Sarina Pinatih, MHum saat berkunjung ke kantor redaksi Radar Semarang Jalan Veteran 55 Semarang, Jumat (6/3).

I Made Sarina Pinatih yang datang bersama Rizky Auliasari dan Febri diterima oleh Pemimpin Redaksi Radar Semarang Arif Riyanto dan Manager Iklan Tya Sutristyaningsih.

Made menambahkan, hotel yang dikelola memiliki 94 kamar, yang terdiri atas 20 superior room, 71 deluxe room dan 3 suite room. Selain itu dilengkapi fasilitas kolam renang yang luas, restoran, sky lounge, fine art gallery, spa dan fitness center, meeting room, dan sebagainya.

Sales Executive Gallery Prawirotaman Hotel, Rizky Auliasari, menambahkan, rata-rata okupansi atau tingkat keterisian hotel yang dikelola mencapai 50 persen. Namun khusus weekend, bisa di atas 70 persen. Mayoritas tamu yang datang adalah wisatawan domestik yang mencapai 80 persen. Sedangkan sisanya, 20 persen, tamu dari mancanegara, seperti Malaysia, Singapura dan negara-negara di Eropa.

“Kebetulan di sepanjang Jalan Prawirotaman itu dikenal sebagai kampung bule. Di sana banyak kafe dan kuliner yang pengunjungnya orang bule. Ya, mirip “Kutanya” Jogjalah,”ujarnya.

Ia bersyukur, banyak tamunya yang berkesan setelah menginap di Gallery Prawirotaman Hotel. Karena itu, ia pun merawat tamu-tamu yang sangat loyal dengan hotelnya tersebut.

“Kami sudah punya database tamu yang kerap menginap di hotel kami. Mereka itu yang selalu kami rawat, mengingat persaingan hotel di Jogja itu sangat ketat,” katanya. (aro)