Dirintis saat Kuliah, Kini Punya 20 Karyawan

364

boks 1WEB

PANTANG MENYERAH: Novitania Mundayani dan kedai susu hasil perjuangannya. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)
PANTANG MENYERAH: Novitania Mundayani dan kedai susu hasil perjuangannya. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)

Novitania Mundayani tahu betul bagaimana memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya. Di usianya yang belum genap 25 tahun, ia telah sukses mengembangkan usaha untuk masa depannya. Ya, gadis berjilbab ini sukses merintis bisnis susu segar dengan konsep modern berlabel House of Moo. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL, Tembalang

JIKA Anda warga Kota Semarang, khususnya yang tinggal di Tembalang, tentu tidak asing dengan kedai susu sapi segar yang satu ini. Hampir setiap waktu selalu dikunjungi pembeli. Tidak hanya oleh kalangan orang tua, tetapi juga anak muda. Siapa sangka, pemilik kedai ini ternyata gadis jelita yang baru saja menyelesaikan bangku kuliah di jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip).

Ya, kedai yang dimaksud adalah House of Moo yang terletak di Jalan Jatimulyo No 8 Tembalang, Semarang. Saat Radar Semarang berkunjung ke sana, tampak sejumlah kendaraan telah memenuhi luasnya area parkir yang disediakan. Hal yang sama juga terjadi di meja-meja pelanggan yang tersedia.

Beruntung, sang pemilik sedang berada di lokasi. Sehingga dapat dikorek informasi seputar kisah suksesnya. Gadis manis yang akrab disapa Vita itu tak segan menceritakan awal mula dirinya merintis bisnisnya tersebut. Ia mengaku usaha tersebut awalnya hanya coba-coba untuk mencari penghasilan tambahan pada masa awal kuliah.

“Pada waktu itu saya mengajak kelima teman saya untuk mengajukan proposal usaha Pogram Mahasiswa Wirausaha (PMW) di kampus. Namun proposal itu tidak pernah disetujui meski sudah tiga kali kami ajukan. Kalau tidak salah saat itu saat duduk di semester IV,” kenang gadis kelahiran Jakarta, 24 September 1990 ini.

Dari situ, Vita tidak lantas patah semangat. Bermodalkan nekat, ia pun membuka usaha sendiri dengan modal patungan dan mengandalkan pinjaman dari orang tua teman. Mereka memutuskan untuk membuka usaha jualan susu segar lantaran terinspirasi dari usaha angkringan susu yang sudah terkenal dan sukses di Solo.

“Kebetulan salah satu teman kami ada yang berasal dari Solo. Dengan menerapkan konsep yang sama, kami berharap usaha kami dapat sukses seperti mereka,” katanya.

Namun usaha Vita tidak serta merta berjalan mulus. Dalam perkembangannya, ia mengaku banyak kendala dihadapi. Selain karena merupakan bisnis pertama yang baru dilakukan, tujuan awalnya juga belum jelas dan motivasinya kurang kuat. “Selain itu, kami juga masih padat dengan banyak jam kuliah yang tentu membutuhkan manajemen waktu yang ekstra ketat,” ujarnya.

Sebelum menempati lokasi saat ini, Vita mengaku telah berpindah-pindah sebanyak tiga kali. Awalnya, di Jalan Ngesrep Timur V No 52, kemudian Jalan Jatimulyo No 1 Tembalang. Alasan pindah karena waktu sewa telah habis, dan tidak bisa memperpanjang lagi. Namun, karena tekad yang kuat, mereka ke sana kemari mencari pinjaman.

“Bahkan saya sampai ke Surabaya dengan membawa sertifikat tanah orang tua saya. Namun tidak juga membuahkan hasil,” terangnya mengaku pernah tidur di stasiun saat berangkat ke Surabaya.

Bagi Vita, modal utama untuk menjalankan bisnis adalah tekad. Untuk kekurangan akan dipenuhi sambil jalan. Karena alasan itulah, ia kemudian merekrut karyawan. Alasannya, untuk meningkatkan omzet. Vita juga memiliki peternak sapi perah binaan yang dijadikan sebagai mitra kerja sama. Menurutnya, salah satu keuntungan memiliki peternak binaan adalah kualitas produk susunya terjamin, karena selalu fresh dan tingkat keasaman tetap terjaga. “Saat ini, karyawan ada 20 orang, dan peternak sapi perah binaan ada 3 orang,” aku putri pasangan Syamsul Huda dan Muntianah ini.

Kini, usaha Vita semakin besar. Omzetnya pun semakin meningkat. Rata-rata per bulannya mencapai Rp 100 juta. Hal ini tidak terlepas dari upaya promosi yang dilakukan lewat media jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.

Vita juga aktif bekerja sama dengan kegiatan-kegiatan mahasiswa dan men-support berbagai even yang cocok dengan bidang usahanya. Misalnya, turnamen olahraga. “Pernah juga kami mengadakan kegiatan sosial dengan membagikan susu gratis kepada anak jalanan pada hari susu nasional,” katanya.

Salah satu hal unik yang dipakai Vita untuk menarik pelanggan adalah penampilan. Para karyawannya mempunyai ciri khas yang selalu mengenakan blangkon bertanduk di kepalanya. Ia ingin menghadirkan konsep sapi bahagia yang memberikan kebahagiaan bagi semua.

“Sesuai dengan tagline kami, yakni susu berkualitas diperah dari sapi bahagia,” aku gadis yang mengaku pernah mendapat tentangan dari orang tuanya ini.

Vita berharap ke depannya dapat melebarkan bisnisnya dengan membuka cabang di berbagai daerah. Dengan logo dan nama yang telah dipatenkan akan memudahkannya untuk menggaet mitra. Hal terbesar yang ingin diwujudkan adalah membuat pabrik pengolahan susu seperti Chimory. “Kehidupan adalah perjuangan yang sangat berharga,” pungkas perempuan yang mengidolakan pengusaha Chairul Tandjung ini. (*/aro)