DITAHAN : Tersangka Gatot Subroto ketika dimintai keterangan polisi karena kepemilikan sabu-sabu seberat 0,3 gram. (Mukhtar lutfi/radar kedu)
DITAHAN : Tersangka Gatot Subroto ketika dimintai keterangan polisi karena kepemilikan sabu-sabu seberat 0,3 gram. (Mukhtar lutfi/radar kedu)
DITAHAN : Tersangka Gatot Subroto ketika dimintai keterangan polisi karena kepemilikan sabu-sabu seberat 0,3 gram. (Mukhtar lutfi/radar kedu)

MUNGKID—Gatot Subroto, 36, warga Dusun Tempuran Desa Gondangrejo Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang diringkus anggota Satuan Narkoba Polres Magelang, kemarin. Dia kedapatan mengantongi sabu-sabu seberat 0,3 gram.

Tersangka ditangkap di SPBU Candi Mas Dusun Ponggol Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang sekitar pukul 17.00 sore. Dia tak berkutik begitu petugas menemukan paket kecil sabu-sabu di saku celana kanannya.

”Pelaku membawa sabu-sabu atas pesanan seorang perempuan yang akan dikencaninya berinisial Ic, seorang pemandu lagu,” kata Kapolres Magelang AKBP Rifky melalui Kasat Narkoba AKP Eko Sumbodo, kemarin.

Saat ditangkap tersebut, kata Eko, pelaku sedang menunggu kedatangan Ic. Sabu-sabu itu rencananya akan dipakai berdua. ”Keberadaan Ic sedang kita telusuri karena saat penangkapan yang bersangkutan tidak bisa kita temukan,” ungkapnya.

Dari hasil pengembangan penyelidikan sabu-sabu itu dibeli oleh Gatot dari seorang bernama Joko, warga Kampung Salakan Kelurahan Tidar Selatan Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang. Dia membeli paket hemat itu senilai Rp 300 ribu. ”Saat membeli sabu-sabu Ic ikut menemani,” kata Eko.

Ditemui terpisah, Gatot mengaku dijebak oleh perempuan berinisial Ic tersebut. Dia sendiri mengaku sama sekali belum pernah mengonsumsi sabu-sabu. Hasil tes urine juga negatif.

”Saya diminta belikan sabu-sabu imbalannya kami berdua bisa berhubungan badan,” aku Gatot. Uang untuk membeli sabu-sabu adalah uang pribadinya hasil kerja menjadi sopir ekspedisi.

Dia mengaku setiap bulan bisa mengantongi uang Rp 2 juta dari hasil pekerjaannya itu. Dia mengirim buah-buahan salak dan parfum ke Sumatera dua kali dalam satu bulan. ”Saya khilaf sudah terkena rayuan perempuan,” akunya.

Meski demikian, tersangka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Dia bakal dijerat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena kedapatan menguasai sabu-sabu. Ancaman hukumannya maksimal delapan tahun penjara. (vie)