Bekuk 7 Pelaku dan Bandar Sabu Perempuan

264
GELAR PERKARA : Kapolres Batang, AKBP Widi Atmoko SIK menunjukkan barang bukti narkoba dalam gelar perkara yang dilakukan Polres Batang, Jum’at (6/3) siang kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Kapolres Batang, AKBP Widi Atmoko SIK menunjukkan barang bukti narkoba dalam gelar perkara yang dilakukan Polres Batang, Jum’at (6/3) siang kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Kapolres Batang, AKBP Widi Atmoko SIK menunjukkan barang bukti narkoba dalam gelar perkara yang dilakukan Polres Batang, Jum’at (6/3) siang kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG–Sebanyak 7 tersangka yang terlibat dalam jaringan narkoba dengan barang bukti 18,3 gram sabu-sabu, berhasil dibekuk Satresnarkoba Polres Batang. Namun dua orang di antaranya adalah bandar dan satunya adalah seorang perempuan.

Di dalam gelar perkara yang dilakukan Polres Batang, Jum’at (6/3) siang kemarin, Kapolres Batang, AKBP Widi Atmoko SIK, menjelaskan bahwa penangkapan terhadap jaringan peredaran narkoba jenis sabu di Kabupaten Batang, bermula dari laporan masyarakat.

Setelah dilakukan peyelidikan, Muhammad Reza Fahlevi, alias Londo, 27, warga Jalan Sunan Kalijogo RT 4/4 Medono, Kota Pekalongan, bersama dengan Saifudin alias Pesek, 23, warga Jalan Karya Bakti No 48 Pekalongan ditangkap pada Rabu (18/2) lalu.

“Keduanya ditangkap di rumah kontrakan yang ada di Perum Pisma Griya Blok B Nomor 26 Desa Terban, Kecamatan Warungasem. Pada saat ditangkap, dari tangan pelaku ditemukan satu paket sabu, pipet kaca, bong, korek api, sedotan plastik dan handphone,” jelas Kapolres yang didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Farial M Ginting.

Dari hasil pengembangan kedua tersangka Londo dan Pesek, akhirnya polisi menangkap sang bandar, yakni Yulaeha, 28, alias Yuli, warga Landungsari Gang 19 Nomor 800, Kota Pekalongan. “Saya membeli sabu satu paket dari Yuli seharga Rp 400 ribu dan dijual per paket,” ungkap Londo.

Pada saat penangkapan terhadap Yuli, petugas berhasil mengamankan 19 paket sabu dalam plastik klip dengan total berat 13,85 gram, satu buah bong penghisap, pipet kaca, timbangan digital, 7 kantong plastik klip dan 1 set sedotan. “Yuli sendiri diketahui sebagai bandar narkoba jenis sabu yang sudah lama menjadi incaran Polisi,” lanjut Kapolres.

Saat diperiksa Yuli mengatakan, bahwa setiap penjualan Sabu, dia menggunakan kurir yang biasa mengantarkan pesanan kepada para pelanggan. Hingga akhirnya petugas berhasil menangkap kurir tersebut, yakni M Towi di area parkir pertokoan di Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dan Haikal alias Gendut di Jalan Kampung Desa Tangkil, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

“Dari penangkapan dua orang pemakai, kami mengembangkan hingga akhirnya bisa menangkap seorang bandar sabu yang merupakan seorang perempuan dan dua orang kurir. Dari para kurir sendiri, petugas mengamankan barang bukti berupa 2 paket sabu,” jelas AKBP Widi Atmoko.

Yuli juga akhirnya menunjukan dimana sabu tersebut diperoleh. Yakni, dari seorang penjual sabu lainnya yang bernama Tasroni alias Tasbo, 31, warga Kertijayan Gang 6 RT 15 RW 05, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Tasbo pun akhirnya ditangkap di rumahnya, tanpa perlawanan.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap Yuli, ternyata Yuli tidak hanya membeli dari Tasbo, namun juga membeli dari M Akbar, warga Desa Karangsari RT 04 RW 05, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.

Dari tangan Tasbo, Satnarkoba Polres Batang, mengamankan barang bukti berupa 1 buah bong penghisap, 1 buah timbangan digital, 6 buah pipet dan 2 handphone. Sedangkan dari tangan Akbar, diamankan 3 paket sabu, timbangan digital, 2 handphone dan 1 bong penghisap.

“Akbar merupakan bandar sabu, dia membeli sabu untuk diedarkan, yakni dijual kepada Tasbo dan Yuli. Akbar sendiri membelinya dari Mr X, yang hingga saat ini masih dalam pengejaran petugas,” tandas Kapolres.

Dijelaskan, para pelaku yang merupakan pengedar, kurir maupun pengguna dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun. Sedangkan untuk dua orang bandar sabu, dijerat dengan pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup.

“Dari penangkapan jaringan narkoba yang berhasil dilakukan, Polres Batang mengamankan 2 orang bandar sabu yang salah satunya perempuan dan 5 orang pengedar, serta kurir dan pengguna narkoba,” katanya. (thd/ida)