PUING-PUING: Sisa bangunan PKL di Jalan Ki Mangunsarkoro yang telah dibongkar paksa petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang. (Hariyanto/Radar Semarang)
PUING-PUING: Sisa bangunan PKL di Jalan Ki Mangunsarkoro yang telah dibongkar paksa petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang. (Hariyanto/Radar Semarang)
PUING-PUING: Sisa bangunan PKL di Jalan Ki Mangunsarkoro yang telah dibongkar paksa petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang. (Hariyanto/Radar Semarang)

KARANG KIDUL- Bangunan PKL permanen di Jalan Ki Mangunsarkoro dibongkar Satpol PP Linmas Kota Semarang, Jumat, (6/3) kemarin. Untuk menghindari konflik dengan pemilik kios, pembongkaran 11 kios PKL permanen tersebut dilakukan pada pukul 04.00 pagi.

Dari pantuan Radar Semarang di lapangan, terlihat sisa-sisa bekas bangunan PKL yang dibongkar paksa ratusan petugas Satpol PP. Berkakas bongkaran PKL seperti gerobak, terpal, meja dan kursi, sebagian masih berserakan di pinggir jalan.

Kabid Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengatakan, pembongkaran PKL dilakukan pada waktu fajar supaya tidak menimbulkan kemacetan sekaligus menghindari terjadinya bentrokan dengan pemilik PKL. “Tempat itu merupakan larangan. Selain berada di atas saluran air juga berdiri di depan kantor pemerintahan, kantor Disnakertran Kota Semarang. Kita mendapat mandat dari pihak Disnakertrans untuk melakukan pembongkaran,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Jumat, (6/3) kemarin.

Tindakan pembongkaran sudah melalui prosedur yang benar, mulai dari melayangkan surat peringatan kepada pemilik hingga tiga kali. Namun tidak mendapatkan jawaban atau tindakan dari pedagang. Sehingga petugas penegak perda terpaksa melakukan pembongkaran. “Kami menurunkan 150 personil dengan membawa 4 truk. Memang saat petugas datang di lokasi sudah ada beberapa pedagang yang sudah ditempat. Mereka terkejut lalu minta supaya penertiban ditunda. Tapi kami tetap konsisten bertindak tegas,” katanya.

Sementara Kepala Satpol PP Linmas Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan pihaknya hanya melakukan pembongkaran saja, tanpa melakukan penyitaan barang dagangan. “Berkakas serta gerobak kami tinggal. Sehingga pemilik barang-barang itu bisa mengambilnya kembali. Terpenting tidak lagi berjualan ditempat itu lagi. Sebab tempat itu merupakan larangan,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan sebelumnya petugas Satpol PP juga telah menertibkan PKL yang berada di jalan Menteri Supeno dan Gergaji. Selain itu, penertiban juga akan dilakukan pada lokasi lain yang merupakan tempat larangan berdirinya PKL.”Kami berharap pemangku wilayah mengingatkan para PKL yang berjualan di titik larangan sedini mungkin, agar tidak semakin menjamur,” pungkasnya. (mha/zal)