Targetkan Penyaluran Kredit Gadai Rp 10 T

148
ATASI MASALAH KEUANGAN: Masyarakat masih membutuhkan peran Pegadaian di tengah berkembangnya perbankan. Kebutuhan dana yang cepat menjadi andalan pegadaian dalam menaikkan omzet pendapatan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
ATASI MASALAH KEUANGAN: Masyarakat masih membutuhkan peran Pegadaian di tengah berkembangnya perbankan. Kebutuhan dana yang cepat menjadi andalan pegadaian dalam menaikkan omzet pendapatan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
ATASI MASALAH KEUANGAN: Masyarakat masih membutuhkan peran Pegadaian di tengah berkembangnya perbankan. Kebutuhan dana yang cepat menjadi andalan pegadaian dalam menaikkan omzet pendapatan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Periode Januari 2015, nasabah PT. Pegadaian Kanwil XI Semarang tumbuh sebesar 13,68 persen dibandingkan periode serupa ditahun 2014. Program yang paling banyak diminati dengan pertumbuhan nasabah paling tinggi masih pada pegadaian barang di mana pada Januari tahun 2014 kredit yang tersalurkan sebesar Rp. 680 miliar lebih, sementara di Januari tahun ini menjadi sebesar Rp. 773 miliar. Kondisi ini memicu optimisme kinerja PT. Pegadaian Kanwil XI Semarang pada tahun ini.

Untuk target kredit fidusia dan gadai tahun ini, mencapai angka Rp. 10 triliun. Dijelaskan, target tersebut mengandalkan 442 outlet yang dimiliki PT Pegadian XI Semarang. Terdiri dari sebanyak 402 outlet pegadian konvensional dan 40 unit sisanya adalah pegadaian syariah.

Humas Pegadaian Kanwil XI Semarang, Adi Priyanto mengatakan, meski program yang paling diminati nasabah adalah gadai atau fidusia, namun pihaknya terus mencoba menggenjot program lain. Seperti program Kreasi yang bergerak dibidang UMKM, pembiayaan, hingga aneka jasa. “Kita sengaja buat diversifikasi produk, salah satunya dengan cross selling yakni separuh uang gadai ditabung dan separuhnya dibuat kebutuhan. Untuk lini yang paling diminati masih pada gadai dan fidusia di bulan Januari lalu,” katanya, kemarin. Dikatakan, saat ini perluasan usaha PT Pegadaian mencapai 10 produk atau program termasuk Pegadaian Syariah.

Sementara, perkembangan usaha pegadaian sendiri masih didominasi nasabah dengan pekerjaan pedagang dan masyarakat biasa. “Sebanyak 80 persen nasabah adalah pedagang yang lebih membutuhkan modal usaha,” ucapnya.

Disinggung persaingan antara PT. Pegadaian dan bank konvensional, menurut Adi tidak masalah bahkan tidak ada kendala yang berarti. Menurut dirinya, PT Pegadaian memiliki segmentasi tersendiri. “Kendala tidak ada, yang jelas kami terus menggenjot produk-produk yang kami tawarkan,” tegasnya.

PT. Pegadaian Kanwil XI pun mengklaim bahwa pasca demo para karyawan beberapa waktu lalu, kinerja Pegadaian tetap berjalan seperti semula lantaran tututan dari para pekerja sudah dipenuhi. (den/smu)