TUMPENGAN : Rektor IAIN Salatiga, Rahmat Hariyadi memotong dan membagikan tumpeng kepada tiga orang mantan Ketua STAIN yakni Prof Zuhri, H Badwan dan H Imam Sutomo. Acara dilakukan di ruang rektorat kampus IAIN, kemarin siang. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
TUMPENGAN : Rektor IAIN Salatiga, Rahmat Hariyadi memotong dan membagikan tumpeng kepada tiga orang mantan Ketua STAIN yakni Prof Zuhri, H Badwan dan H Imam Sutomo. Acara dilakukan di ruang rektorat kampus IAIN, kemarin siang. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
TUMPENGAN : Rektor IAIN Salatiga, Rahmat Hariyadi memotong dan membagikan tumpeng kepada tiga orang mantan Ketua STAIN yakni Prof Zuhri, H Badwan dan H Imam Sutomo. Acara dilakukan di ruang rektorat kampus IAIN, kemarin siang. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA-DR Rahmat Hariyadi MPd dilantik sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (4/3) kemarin.

Pelantikan Rahmat Hariyadi sebagai rektor pertama IAIN Salatiga tersebut dilakukan seiring dengan adanya peralihan status STAIN Salatiga menjadi IAIN Salatiga berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 143 Tahun 2014 tanggal 17 Oktober 2014. Pelantikan ini merupakan tindaklanjut dari terbitnya Peraturan Menag Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Salatiga.

Rahmat Hariyadi kepada wartawan mengatakan bahwa perubahan kelembagaan dari STAIN menjadi IAIN Salatiga melewati sejarah yang cukup panjang. Berawal dari Cabang Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang pada 1970 silam. Kemudian pada 1997 beralih status menjadi STAIN Salatiga.

“Sekarang resmi beralih status menjadi IAIN Salatiga. Perubahan status ini telah diresmikan bersamaan dengan launching dan peresmian transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) oleh Presiden bersama sembilan IAIN dan tiga UIN di seluruh Indonesia pada 19 Desember 2014 lalu di Istana Negara,” katanya, kemarin.

Pria kelahiran asli Salatiga ini menjelaskan bahwa saat ini IAIN Salatiga memiliki 5.042 mahasiswa aktif. Sesuai Ortaker yang baru, mahasiswa terbagi dalam lima fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Syariah, Fakultas Dakwah, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan terdiri atas program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris, Tadris Matematika, dan Tadris IPA.

Pada Fakultas Syariah terdapat Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (Akhwal Syakhshiyyah), Hukum Tata Negara (Siyasah), dan Hukum Ekonomi Syariah (Mua’malah). Selanjutnya, Fakultas Dakwah terdapat Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora memiliki Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir, Ilmu Hadits, Filsafat Agama, Sejarah dan Kebudayaan Islam, dan Bahasa dan Sastra Arab. Adapun Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam memiliki Prodi Perbankan Syariah (S1), Perbankan Syariah (DIII), dan Ekonomi Syariah. IAIN Salatiga juga menyelenggarakan program pascasarjana dengan Prodi Pendidikan Agama Islam dan Supervisi Pendidikan.

Pjs Wakil Ketua Rektor IAIN, Kastolani menambahkan bahwa IAIN Salatiga sudah berkomitmen menjadi perguruan tinggi yang terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan IAIN Salatiga dapat memberikan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan Salatiga sebagai kota pendidikan.

“Kami akan terus melakukan inovasi dan pengembangan. Pada 2015 ini, kami akan membangun kampus terpadu di Kelurahan Pulutan, Sidorejo,” terang Kastolani. (sas/ida)