Polisi Tangkap Dua Tersangka

159
GEREBEK : Petugas gabungan saat melakukan penindakan di home industry mi basah di Kecamatan Kedungwuni, Kamis (5/3) pagi. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
GEREBEK : Petugas gabungan saat melakukan penindakan di home industry mi basah di Kecamatan Kedungwuni, Kamis (5/3) pagi. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sebuah rumah produksi mi basah di Dukuh Capgawen Selatan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, digerebek petugas gabungan Polres Pekalongan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, Kamis (5/3) kemarin.

Dalam penindakan itu, dua orang ditetapkan sebagai tersangka lantaran kedapatan dan sengaja menggunakan bahan berbahaya berupa formalin dalam pembuatan mi basah tersebut. Adalah Casmudi, 38, warga Dukuh Brajanwetan, Desa Salakbrojo RT 01 RW 03 Kecamatan Kedungwuni dan Mutrofin, 48, warga Dukuh Capgawen Selatan RT 02 RW 05 Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni.

Kapolres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi mengatakan bahwa penindakan yang dilakukan sekitar pukul 07.00 tersebut, bersama dengan Dinkes Kabupaten Pekalongan. “Awalnya hanya sidak di rumah produksi pembuatan mi basah tersebut. Namun petugas menemukan bahan tambahan dalam pembuatan mi basah berupa kibatu (boraks), sodium tripolisospat, CMC dan pemutih,” terangnya.

Lantas, pihaknya melakukan pemeriksaan baik para saksi maupun barang bukti.
Selain dua saksi yang ditetapkan sebagai tersangka, saksi lain yang merupakan karyawan juga diperiksa. Adalah Riyanto, 24, warga Desa Salakbrojo Kecamatan Kedungwuni; David Suwandi, 19, warga Dukuh Meraan Desa Salakbrojo Kecamatan Kedungwuni; dan seorang PNS Dinkes bernama Christina Botta, 42, warga Griya Serasi Pekuncen Jalan Sumatra Utara IV Nomor 1 Kecamatan Wiradesa.

Indra memaparkan, setelah dilakukan pengujian di Laboratorium BPPOM Kabupaten Pekalongan, akhirnya diketahui bahwa mi basah tersebut bermasalah. “Hasil uji laboratorium, mi basah tersebut positif mengandung boraks dan formalin. Kemudian kami melakukan penindakatan guna proses hukum selanjutnya,” kata dia.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan, AKP Guntur Tri Harjani menambahkan bahwa sejumlah barang bukti berupa bahan pembuat mi yang berhasil diamankan, adalah 1 kg sodium tripolisospat, 0,5 kg CMC, 0,5 kg adonan tepung, 0,5 kg bahan pemutih dan 16,7 kg kibatu atau boraks.

Selain itu, diamankan juga mi basah mentah sebanyak 6,5 kg, air yang sudah dicampur dengan boraks sebanyak satu plastik, larutan mi pangsit mentah 6 ons, adonan mi pangsit mentah yang masih lembaran sebanyak 25 kg serta uang tunai Rp 218.000.
Tindakan tersangka melanggar pasal 136 huruf b UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dan pasal 62 ayat 1 UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. “Tentu saja adanya mi yang telah beredar di pasaran sangat merugikan masyarakat. Dan itu termasuk kejahatan,” jelasnya. (hil/ida)