Max Yanto Curhat Pusing Cari Sepatu Berukuran 53

274
MENJULANG: Max Yanto dari tim Stadium Jakarta (paling tinggi) bersama Bayu Anggara (Stadium) dan Andakara Prastawa Dhyaksa (Aspac) saat memainkan games belanja pada event meet and greet di Indomaret Point Jalan Pemuda Semarang kemarin. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
MENJULANG: Max Yanto dari tim Stadium Jakarta (paling tinggi) bersama Bayu Anggara (Stadium) dan Andakara Prastawa Dhyaksa (Aspac) saat memainkan games belanja pada event meet and greet di Indomaret Point Jalan Pemuda Semarang kemarin. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

Tiga bintang IndiHome National Basketball League (NBL) Indonesia 2014-2015 Petang (5/3) kemarin membuat suasana Indomaret Point di Jalan Pemuda Semarang jadi seru. Mereka adalah point guard M88 Aspac Jakarta, Andakara Prastawa Dhyaksa serta dua bintang Stadium Jakarta yaitu center mereka Max Yanto serta point guard Bayu Anggara.

BASKORO S

KETIGANYA menjadi bintang tamu di event meet and greet IndiHome NBL Indonesia Seri Semarang. Public dan Media Relations Assistant DBL Indonesia, Debora Dea mengatakan, dalam meet and greet ini diberikan kesempatan kepada para fans untuk lebih dekat dengan bintang-bintang IndiHome NBL Indonesia. “Acaranya kita bikin ada games-games juga, jadi cukup seru,” katanya.

Salah satu game adalah berbelanja di Indomaret Point yang juga menjadi salah satu official partners liga bola basket profesional di Indonesia itu. Acara juga diisi dengan penampilan salah satu band akustik dari Semarang.

Yang menarik, acara meet and greet kemarin menjadi salah satu ajang berbagi cerita tiga bintang IndiHome NBL Indonesia itu kepada para fans yang petang kemarin memenuhi Indomaret Point. Prastawa, Bayu maupun Max Yanto tanpa canggung melahap berbagai pertanyaan seputar karir mereka atau bahkan kehidupan pribadi juga menjadi bahan pertanyaan fans mereka di meet and greet kemarin. “Yang pasti tidak ada menyesalnya kami terjun di dunia basket profesional. Karena di dunia yang kami tekuni ini memberikan banyak pengalaman. Awalnya memang tidak mengira bisa seserius ini,” kata Bayu kemarin.

Begitu juga Prastawa, pebasket yang juga putra dari juru ramu M88 Aspac Jakarta, Rastafari Horongbala itu mengaku mengenal olahraga bola basket sejak kecil, dan memang dia mengaku cukup bersemangat menekuni basket sejak masa kanak-kanak. “Kebetulan orang tua juga pebasket, jadi sejak kecil bola basket bisa disebut sebagai makanan sehari-hari dan saya memang langsung seneng,” terang pemain kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1992 tersebut.

Yang jadi perhatianh adalah center Stadium Jakarta, Max Yanto. Maklum, karena dia adalah pemain basket bertinggi badang paling menjulang, yakni 215 cm. Dalam kesempatan kemarin, dia juga membeberkan banyak hal mengenai perjalanan kariernya. Soal pahit manis yang dilaluinya selama menjalani kariernya hingga saat ini. “Pertama kali saya dikenalkan basket oleh Kapolda Lampung pada waktu itu yaitu pak Adang Ginanjar. Sebagai mantan pemain basket beliau terus mendorong saya untuk menekuni olahraga ini karena melihat saya punya kelebihan yaitu di postur tubuh,” terangnya.

Max juga sempat curhat soal sepati. “Kalau saya yang paling sulit itu adalah menemukan ukuran sepatu. Bahkan Pak Azrul Ananda (Commissioner NBL, Red) selalu memberikan saya oleh-oleh sepatu kalau dari luar negeri. Karena ukuran sepatu saya hampir tidak mungkin didapatkan di Indonesia,” ujar pemilik ukuran sepatu nomor 53 tersebut. (*/smu)