KM Marcell Jaya 20 Tenggelam, 26 ABK Selamat

280
PERIKSA KESEHATAN : Sebanyak 26 anak buah kapal (ABK) KM Marcell Jaya 20 diperiksa kesehatannya, setelah sempat terombang-ambing selama 2 hari di laut, usai kapalnya pecah dan tenggelam. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PERIKSA KESEHATAN : Sebanyak 26 anak buah kapal (ABK) KM Marcell Jaya 20 diperiksa kesehatannya, setelah sempat terombang-ambing selama 2 hari di laut, usai kapalnya pecah dan tenggelam. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PERIKSA KESEHATAN : Sebanyak 26 anak buah kapal (ABK) KM Marcell Jaya 20 diperiksa kesehatannya, setelah sempat terombang-ambing selama 2 hari di laut, usai kapalnya pecah dan tenggelam. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG–Kapal Motor (KM) Marcell Jaya 20 mengalami pecah kapal karena ombak besar di Perairan Cirebon, Rabu sore (4/3) kemarin. Sebanyak 26 anak buah kapal (ABK) beserta nahkoda yang sebelumnya sempat terombang-ambing selama dua hari di tengah laut Perairan Cirebon, selamat dengan menggunakan pelampung seadanya. Hingga akhirnya diselamatkan KM Tambah Rejeki dari Kabupaten Batang, Kamis (5/3) pagi kemarin.

Kini, sebanyak 26 ABK KM Marcell Jaya 20 menjalani pemeriksaan kesehatan dan bantuan makan minum dari Kantor Polair Polres Batang yang lokasinya tak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Kasat Polair Polres Batang, AKP Basuki, menjelaskan bahwa KM Marcell Jaya 20 berangkat dari Muara Angke Jakarta dengan membawa 26 ABK pada Hari Minggu (1/3). KM Marcell Jaya 20 akan melakukan perjalanan menuju Perairan Merauke, untuk menangkap ikan seperti biasa.

“Namun saat tiba di Perairan Cirebon atau sekitar 40 mil laut dari Cirebon pada hari Selasa (2/3) siang, terjadi cuaca buruk dengan ombak laut yang tinggi. Sekitar pukul 14.00, kapal dihantam ombak tinggi pada bagian lambung sebelah kanan,” jelas AKP Basuki.

Berdasarkan keterangan dari nahkoda KM Marcell Jaya 20, kata AKB Basuki, akibat hantaman ombak, KM Marcell Jaya 20 mengalami kerusakan cukup parah dan akhirnya tenggelam. Beruntung seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri dengan meloncat ke laut sambil menggunakan pelampung seadanya. Karena pada saat itu tidak ada kapal lain yang melintas di sekitar lokasi kejadian, 26 ABK sempat terombang-ambing selama dua hari.

“Barulah pada hari Kamis (5/3) pagi, melintas KM Tambah Rejeki dari Kabupaten Batang dengan nahkoda Ahmad Gunawan melintas di sekitar lokasi kejadian. Kemudian menyelamatkan para awak kapal naas tersebut. 26 nelayan yang sempat terombang-ambing di laut, langsung dinaikan ke atas kapal dan dibawa ke Pelabuhan Batang,” tandas AKP Basuki.

Sementara itu, nahkoda KM Marcell Jaya 20, Haryadi, menyesalkan sikap pemilik kapal yang tidak mau menjemput 26 ABK KM Marcell Jaya 20. Menurutnya, 26 ABK dan nahkoda KM Marcell Jaya 20 dipersilahkan pulang sendiri, tanpa menunggu jemputan dan bantuan dari pemilik kapal di Jakarta.

“Sementara yang kami miliki hanya baju di badan. Kalau tidak ada bantuan dari Kabupaten Batang, khususnya Polair, kami benar- benar terlantar. Kami semua hanya bisa mengucapkan terima kasih,” ujar Yadi usai melakukan pemeriksaan kesehatan. (thd/ida)