SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara khusus meminta kepada masyarakat untuk mendukung upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terkait penertiban galian C dan pembatasan tonase kendaraan yang melebihi ketentuan. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan untuk kemananan dan keselamatan masyarakat.

“Saya hanya butuh dukungan masyarakat saja, kalau masyarakat tidak mendukung ya tidak jadi, rusak semua, termasuk tatanan yang ada,” ungkapnya kepada Radar Semarang. Dia mengaku bersyukur dari para pengemudi truk serta pelaku jasa transportasi yang melakukan aksi demonstrasi menentang kebijakannya beberapa waktu lalu akhirnya mengakui kesalahannya. Sebab, jika tuntutan mereka dikabulkan akan memberikan dampak buruk yang luar biasa. “Jika toleransi kelebihan muatan ditingkatkan hingga 75 persen, apa tidak ngelu (pusing),” imbuhnya.

Jika kemudian harga tanah atau pasir meningkat lantaran menjadi langka, Ganjar menegaskan akan membantu mereka untuk mencarikan lahan galian C yang diperbolehkan. Jika telah ketemu, mereka diminta untuk mengajukan izin untuk selanjutnya diverifikasi. “Apa lantaran karena susah mencari tanah kemudian kita halalkan Simpanglima untuk dikeruk? Tegas itu berat,” terangnya.

Ganjar mengaku saat ini tengah memikirkan bagaimana menentukan harga tanah termasuk membuat tata kelola galian C. Meskipun belum memiliki ilmunya, ia menegaskan tetap memikirkan bagaimana solusinya. “Biar harganya tidak terlalu tinggi,” tandasnya.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan, sebenarnya tak sulit mengatasi tuntutan para pengemudi truk pasir. Yaitu dengan menaikkan harga pasir dari Rp 250 ribu menjadi Rp 350 ribu per truk sesuai tuntutan. “Jika harga pasir dinaikkan, tidak mungkin tidak ada pembelinya, pasti ada meski tertunda beberapa hari. Cabai saja walaupun mahal tetap dibeli,” ungkapnya.

Dia berpendapat hal tersebut lebih baik daripada jalan menjadi rusak karena banyaknya truk mengangkut muatan melebihi tonase. Selain itu, kecelakaan lalu lintas juga mengancam pemakai jalan. “Truk yang membawa muatan sesuai tonase juga dapat mengurai antrean di jalan. Percuma program jalan tanpa lubang kalau masih ada truk yang lebih merusak jalan,” paparnya. (fai/ric)